Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- PMI Manufaktur Juli Kembali Ekspansi, Kadin Minta Tren Positif Dijaga
- Taipei Open 2026, Kalahkan Malaysia, Ganda Garuda Juara
- Kapal Pertamina Patra Niaga Selamatkan 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2
- Jasaraharja Putera Pastikan Perlindungan Bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II
- Kasus Bupati Pemalang, KPK Sita Moge hingga Emas dari Penggeledahan
RM.id Rakyat Merdeka - Rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan yang meminta Ketua Umum dan Pengurus PSSI mundur terancam hanya sebatas wacana. Pasalnya, perlu kesadaran dari pengurus PSSI termasuk pemilik suara.
“Tinggal kesadaran PSSI saja. PSSI sekarang lagi mencari sejuta alasan. PSSI itu tidak berpikir sepak bolanya tapi berpikir tentang mereka saja,” kata anggota TGIPF Akmal Marhali.
Baca juga : PSSI Mulai Geber Kompetisi U-13, U-15 Dan U-17
Dalam pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden FIFA Gianni Infantino, Akmal mengatakan pesan yang disampaikan juga senapaa dengan rekomendasi TGIPF. Presiden Jokowi menyampaikan, Pemerinyah bersama FIFA akan mengkaji ulang para pemangku kepentingan persepakbolaan Indonesia.
“Poin yang disampaikan Pak Jokowi bahwa FIFA dan Pemerintah akan bersama-sama meninjau kembali pemangku kepentingan sepak bola sebenarnya sudah jelas,” imbuh Akmal.
Baca juga : Sekjen Badar Jangan Cuma Omdo Dong...
Dalam rekomendasinya, TGIPF menganjurkan ketua dan pengurus PSSI mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban moral meski hal itu tak bisa diintervensi.
Rekomendasi juga menyebutkan pemerintah tidak akan memberikan izin pertandingan liga di bawah PSSI yaitu Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, sampai terjadinya perubahan dan kesiapan signifikan dari PSSI dalam mengelola dan menjalankan kompetisi.
Baca juga : Ini Dosa-dosa PSSI Dalam Tragedi Kanjuruhan Menurut TGIPF
“Kalau PSSI tidak mau, ya enggak masalah kan sudah ada itu (rekomendasi) Pemerintah tidak akan mengizinkan (kompetisi). Itu sudah jelas tinggal bagaimana pemilik suara, bola ada di mereka apakah mau memulai lagi kompetisi atau tidak,” ujarnya.
“Kita tidak dalam posisi memaksa harus mundur, memaksa harus KLB. Semua kembali ke pemilik suara dengan kunciannya kalau tidak melaksanakan (rekomendasi) ya tidak ada izin sepak bola,” tukasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya