Dewan Pers

Dark/Light Mode

Netizen Tanya, Ketua Umum PSSI Kapan Mundur?

Rabu, 12 Oktober 2022 09:05 WIB
PSSI. (Foto: Istimewa).
PSSI. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah lolos dari kasus Ferdy Sambo, Irjen Nico Afinta kepatil tragedi Kanjuruhan. Nico dicopot dari jabatan Kapolda Jawa Timur (Jatim). Pencopotan itu tertuang dalam surat telegram nomor ST/2134/X/KEP/2022 tanggal 10 Oktober 2022.

Sebelumnya, Irjen Nico sudah disorot publik. Nico bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Kapolda Sumut Irjen Panca Putra sempat terseret da­lam rekayasa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang dibuat eks Kadiv Propam Polri Ferdy Irjen Sambo. Kapolri menyatakan tidak ada keterkaitan tiga kepala polisi daerah itu.

Kini, Irjen Nico ditugaskan ke jabatan baru sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahlisosbud) Kapolri. Posisi Kapolda Jawa Timur diisi Irjen Teddy Minahasa Putra yang sebelumnya menjabat Kapolda Sumatera Barat (Sumbar).

Berita Terkait : Agum Minta Ketua Umum PSSI M Iriawan Tidak Mundur, Ini Alasannya...

MedioClubID dalam akun twitternya @MedioClubID mengunggah foto Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. Dia meng­informasikan, Irjen Nico dan AKBP Ferli Hidayat telah dicopot dari jabatannya. Irjen Nico digeser ke Sahlisosbud Kapolri dan AKBP Ferli digeser ke perwira menengah Sumber Daya Manusia (Pamen SDM) Polri.

“Ingat, dicopot dan digeser. Bagaimana teman?” ujar MedioClubID dalam caption-nya.

Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta memastikan, penembakan gas air mata di tribun stadion Kanjuruhan sudah sesuai prosedur. Yaitu, sebagai upaya menghalau serangan suporter yang merangsek turun ke lapangan dan berbuat anarkis.

Berita Terkait : Ketua IPW: Kalau Punya Malu, Bos PSSI Harus Mundur

Namun, berdasarkan fakta di lapangan, tembakan gas air mata itu justru memicu kekacauan penonton di tribun. Suporter Arema FC justru malah berdesakan men­cari jalan keluar. Sayangnya, pintu yang belum dibuka membuat penumpukkan dan mengakibatkan 131 orang mening­gal dunia.

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan membeberkan hasil temuannya. Yaitu, ada efek jangka panjang gas air mata terhadap badan: sesak napas, batuk dan yang terparah adalah warna merah darah pada mata. Selain luka fisik, para korban juga mengalami trauma psikis dan dirujuk un­tuk mendapat penanganan profesional

“Memang sudah sepantasnya dico­pot. Secara hirarkhis Kapolda Jatim harus bertanggung jawab,” ujar @Kr1t1kp3d45_pro.

Berita Terkait : Bamsoet: Tunggu Kepastian Hukum

Menurut @wawat_kurniawan, Irjen Nico tidak cukup hanya dicopot dan mutasi. Dia bilang, mantan Kapolda Jawa Timur itu harus diadili karena akibat per­buatannya yang melawan hukum hingga terjadi pelanggaran hukum HAM berat.
 Selanjutnya