Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Formula One
Max Verstappen Tidak Menyukai Balapan Pendek
Minggu, 13 November 2022 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pebalap tim Red Bull Max Verstappen menginginkan perubahan format sprint race untuk Formula 1 musim depan. Dia mengaku, tak terlalu menyenangi balapan pendek itu.
Sang juara dunia dua kali ini mengungkapkan, keinginannya jelang Grand Prix Sao Paulo di Interlagos, Brazil pada akhir pekan ini.
“Saya bukan penggemar besarnya karena saya merasa kami tidak benar-benar balapan,” kata Verstappen dikutip AFP, kemarin.
Baca juga : BIN Dorong Pemuda Teluk Bintuni Manfaatkan Lahan Tidur Untuk Pertanian Dan Peternakan
“Kami meraih sejumlah poin. Tapi Anda tahu, Anda tak benar-benar balapan karena balapan utamanya adalah di mana Anda benar-benar mendapat poin.”
“Saya tahu kita akan punya enam (sprint) tahun depan,” kata Verstappen.
Pebalap Haas Kevin Magnussen mendukung pendapat Verstappen itu dengan mengatakan format sprint race perlu direvisi.
Baca juga : Max Verstappen Raih Juara Dunia
“Max ada benarnya bahwa risiko yang Anda ambil dalam sprint itu sedikit karena balapan itu menentukan posisi untuk Minggu,” kata Magnussen.
“Saya rasa perbaikan yang bagus bisa memisahkan itu sehingga Anda bisa tampil maksimal.”
“Seperti yang dikatakan Max, menemukan ritme dengan cepat dan setup tepat itu tekanannya tinggi. Saya rasa tiga sesi latihan itu terlalu banyak,” tutupnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya