Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Usaha Ketum PSSI, Erick Thohir melobi FIFA berbuah manis. Federasi sepak bola internasional itu hanya memberikan sanksi ringan kepada Indonesia karena batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Lobi Erick maknyus.
Kabar soal sanksi ringan dari FIFA itu disampaikan Erick di akun Instagram miliknya, @erickthohir, Kamis lalu. Dalam unggahannya itu, Erick mengunggah dua foto saat bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino di Swiss.
Di foto pertama, Erick yang tampil dalam balutan jas lengkap tampak berfoto bareng dengan Infantino. Di foto kedua, Erick tampak sedang duduk di belakang meja sambil memegang dokumen tentang transformasi sepak bola Indonesia masa depan. Di samping kanannya duduk Infantino yang tersenyum menatap kamera.
Dalam keterangan foto tersebut, Erick mengucap syukur. Kata dia, atas arahan Presiden Jokowi, ia melakukan negosiasi dan memaparkan tentang blueprint tranformasi sepak bola Indonesia kepada FIFA. Dan alhamdulillah, atas rahmat Allah SWT dan doa dari seluruh rakyat Indonesia khususnya para pecinta sepakbola, Indonesia bisa terhindar dari sanksi berat pengucilan dari sepakbola dunia. Indonesia hanya diberi sanksi administratif, sehingga Timnas Indonesia masih bisa mencetak prestasi di SEA Games pada akhir bulan ini.
Baca juga : Erick: Alhamdulillah, FIFA Cuma Kasih Kartu Kuning
"Istilahnya, Indonesia hanya mendapat kartu kuning, tidak kartu merah," ujar Erick, yang saat memposting sedang berada di Paris, Prancis.
Menurut Menteri BUMN itu, FIFA hanya memberikan sanksi administrasi berupa pembekuan dana FIFA Forward untuk keperluan operasional PSSI. Hal itu akan direview kembali setelah FIFA mempelajari strategi besar pengembangan sepak bola Indonesia. Bagi Erick sanksi administrasi yang diberikan FIFA di satu sisi merupakan sebuah pembelajaran dan berkah bagi sepakbola Indonesia yang saat ini terus berbenah menuju perbaikan di semua sektor.
"Saya sudah berusaha maksimal saat bertemu dengan FIFA. Dengan sanksi ini, kita masih terus melanjutkan program transformasi sepakbola bersama FIFA," cetusnya.
Unggahan mantan Presiden klub sepakbola Italia, Inter Milan itu langsung direspons oleh Infantino. Infantino membenarkan bahwa telah terjalin kesepakatan bersama antara FIFA dan Indonesia.
Baca juga : Erick Cawapres Terkuat
Dia mengamini, federasi hanya menjatuhkan sanksi ringan kepada Indonesia. Selain itu dalam waktu yang bersamaan, FIFA tetap membantu proses transformasi sepak bola Indonesia meskipun memberikan sanksi administrasi. Dalam Instastory terbarunya, Infantino membuat dua emoji berjabat tangan dan gambar negara Indonesia.
Adapun sanksi administrasi yang dimaksud FIFA adalah pembekuan dana FIFA Forward untuk keperluan operasional PSSI. Besaran dana FIFA Forward yang diterima sebuah negara anggota FIFA mencapai 9,3 juta dolar AS atau setara Rp 140 miliar. Dana tersebut menjadi 3 bagian, yakni dana operasional, proyek spesifik demi kemajuan sepak bola, dan biaya akomodasi serta pembelian perlengkapan untuk federasi sepak bola.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo mengapresiasi, lobi Erick. Menteri yang baru dilantik awal pekan ini mengaku senang mengetahui Indonesia dijauhkan dari sanksi berat. Dito mengatakan, kementeriannya akan terus mendukung persiapan pembinaan timnas sepak bola. Selain itu, juga mendukung persiapan kompetisi di masa yang akan datang. "Kompetitsi berjenjang sehingga menghasilkan bakat bakat muda yang bisa menjadi masa depan," kata Dito, kemarin.
Apresiasi senada disampaikan Ketum PAN Zulkifli Hasan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Erick atas lobi yang berhasil itu. "Kita berterima kasih kepada Pak Erick, Pak Erick diutus Pak Presiden ngomong sama FIFA," kata Zulhas usai meninjau Pasar Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur, kemarin. "Jadi, perjuangan Pak Erick kita ucapkan terima kasih," tuntasnya.
Baca juga : Ikut Pekan Raya Kota Tangerang, UMKM Laris Manis
Pengamat sepak bola, Akmal Marhali bersyukur usaha keras Erick membuahkan hasil menggembirakan. Ia memuji kemampuan lobi Erick yang maknyus, sehingga Indonesia bisa terhindar dari sanksi berat.
"Dalam konteks sanksi, FIFA tetap tegas menjaga kedaulatan mereka ke anggotanya. Pembatasan pengucuran dana FIFA Forward layak disyukuri. Ini hasil kerja lobi PSSI yang tidak mudah. Akan tetapi kita jangan juga lantas kita jumawa. Indonesia harus rendah hati mengakui punya kesalahan. Jangan mengulangi kesalahan serupa. Walau dihukum ringan, posisi kita salah,” ujar Akmal, kemarin.
Dengan sanksi ringan tersebut, kata Akmal, merupakan momentum bagi Erick melakukan transformasi sepak bola Indonesia ke depan, agar kejadian serupa seperti pencabutan menjadi tuan rumah event internasional tidak terulang kembali.
“Kalau kemudian kita ternyata ke depannya tidak bisa melakukan perbaikan bisa jadi jadi lebih berat kan, ini kan kartu kuning yang diberikan kalau kemudian ada kartu kuning kedua bisa jadi sanksi itu yang harus dipahami bangsa kita,” ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya