Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Iga Swiatek Juara Wimbledon 2025, Amanda Anisimova Babak Belur 6-0 6-0
RM.id Rakyat Merdeka - Petenis Polandia Iga Swiatek menorehkan sejarah baru di Wimbledon 2025, usai menjungkalkan petenis Amerika Serikat (AS) Amanda Anisimova dengan skor telak 6-0, 6-0 dalam partai final tunggal putri di Centre Court, London, Inggris, Sabtu (12/7) malam waktu Indonesia.
Kemenangan ini menjadi gelar Wimbledon pertama bagi Swiatek, sekaligus Grand Slam keenam dalam kariernya.
Swiatek juga menjadi petenis kedua dalam sejarah Open Era yang memenangkan final Grand Slam dengan skor ‘double bagel’ 6-0, 6-0, menyusul Steffi Graf di Roland Garros 1988.
Pertandingan yang hanya berlangsung 57 menit ini juga menegaskan dominasi total Swiatek di atas lapangan rumput, yang sebelumnya sering menjadi tantangan bagi petenis berusia 24 tahun itu.
Baca juga : PSG Ke Final, Real Madrid Babak Belur
Sepanjang turnamen, Swiatek hanya kehilangan total 35 gim. Rekor tersedikit sejak Martina Navratilova pada 1990.
"Saya tidak menyangka ini akan terjadi. Rasanya masih begitu surreal," kata Swiatek seperti dikutip New York Times, Sabtu (12/7/2025).
"Saya hanya ingin menikmati setiap menitnya di lapangan. Tahun ini saya bermain lebih agresif, lebih datar, dan tidak terlalu banyak spin,” imbuhnya.
Sementara itu, Anisimova yang tampil luar biasa sepanjang turnamen harus menerima kenyataan pahit. Dia bahkan sempat meninggalkan lapangan sesaat usai pertandingan berakhir.
Baca juga : Pegadaian Luncurkan Badai Emas 2025, Kanwil IX Ajak Nasabah Berburu Hadiah
Dengan penuh emosional, Anisimova tetap memberikan penghormatan kepada lawannya di depan ribuan penonton.
"Iga, kamu adalah pemain yang luar biasa dan inspirasiku," ucap Anisimova sambil menahan tangis.
"Meski hari ini sangat berat, dua minggu ini akan selalu saya kenang. Terima kasih kepada semua yang sudah mendukung saya," lanjutnya.
Swiatek mencatatkan diri sebagai petenis ketiga di era Open yang memenangkan enam final Grand Slam pertamanya, menyamai rekor Margaret Court dan Monica Seles.
Baca juga : Bank DKI Salurkan KJP Tahap I 2025 Kepada 43.502 Penerima Baru
Di kategori tunggal putra dan putri, hanya Roger Federer yang memiliki catatan awal lebih baik.
Trofi Venus Rosewater Dish diserahkan langsung oleh HRH Catherine, Princess of Wales, kepada Swiatek di tengah gemuruh penonton Centre Court yang memberikan penghormatan atas pencapaian luar biasa tersebut.
Dengan performa gemilang di Wimbledon tahun ini, Swiatek semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu legenda tenis modern. Dia berjanji akan menikmati momen ini, sebelum kembali menatap tantangan berikutnya.
"Saya ingin berterima kasih kepada tim saya, pelatih saya, dan semua orang yang telah mempercayai saya lebih dari saya sendiri. Ini bukan hanya kemenangan saya, tapi kemenangan kami semua," tutup Swiatek.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.