Dark/Light Mode

Gelar Diskusi, Siwo PWI Jaya & Koni Jakarta Bahas Pembinaan Atlet Muda

Jumat, 14 November 2025 09:04 WIB
Siwo PWI Jaya bersama Koni Jakarta menggelar diskusi bertajuk `Evaluasi Popnas XVII 2025: Strategi Pembinaan Atlet Muda Jakarta Secara Menyeluruh` di Jakarta, Kamis (13/11/2025). (Foto: Siwo PWI Jaya)
Siwo PWI Jaya bersama Koni Jakarta menggelar diskusi bertajuk `Evaluasi Popnas XVII 2025: Strategi Pembinaan Atlet Muda Jakarta Secara Menyeluruh` di Jakarta, Kamis (13/11/2025). (Foto: Siwo PWI Jaya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wartawan olahraga yang tergabung dalam Siwo PWI Jaya bersama Koni Jakarta menggelar diskusi bertajuk 'Evaluasi Popnas XVII 2025: Strategi Pembinaan Atlet Muda Jakarta Secara Menyeluruh' di Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Diskusi ini digelar untuk memperkuat sistem pembinaan atlet muda Ibu Kota, khususnya setelah Jakarta berhasil hatrrick juara umum di ajang Popnas XVII, PON Bela Diri dan Pappernas XI tahun ini.

"Kami ingin diskusi ini jadi momentum lahirnya strategi pembinaan berkelanjutan, agar atlet muda DKI tak hanya berjaya di level daerah, tapi juga tampil di panggung nasional dan internasional," ujar Ketua Panitia sekaligus Ketua Siwo Jaya, Nonnie Rering.

Ketua PWI Jaya, Kesit B Handoyo menegaskan pentingnya menjaga loyalitas atlet muda agar talenta DKI tidak berpindah ke daerah lain.

Baca juga : Jangan Sampai Jakarta Darurat Senpi Rakitan

"Atlet muda Jakarta yang berprestasi jangan sampai diculik daerah lain," pesannya.

Ketua Umum Koni Jakarta, Hidayat Humaid dalam paparannya menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan dari tingkat pelajar hingga ke level internasional.

Ia memperkenalkan konsep Piramida Pembinaan Olahraga Prestasi, yang melibatkan dua lembaga utama Dispora DKI (untuk pelajar dan mahasiswa) serta Koni Jakarta (untuk prestasi).

Menurut Hidayat, pembinaan dimulai dari pemasalan olahraga agar minat tumbuh sejak dini, lalu masuk tahap pembibitan, hingga akhirnya melahirkan atlet prestasi.

Baca juga : Pemprov DKI Dan Jakarta Philharmonic Orchesta Gelar Kebangsaan Satoe Indonesia

"Olahraga itu mendewakan proses. Kalau prosesnya bagus, hasilnya pasti bagus," tegasnya.

Dosen UNJ ini juga menyoroti tantangan pasca Popnas. Setelah kembali ke rumah masing-masing, atlet sering kehilangan ritme latihan intensif.

Untuk itu, ia mendorong terbangunnya sistem pembinaan terintegrasi yang melibatkan sekolah, PPOP, Koni hingga pemerintah daerah.

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI, Andri Yansyah menegaskan perlunya ketegasan dalam manajemen olahraga daerah.

Baca juga : Pram Doakan Popnas & Peparpenas Juara Umum

"Olahraga harus apa adanya. Kalau pengurus atau pelatih tidak berkinerja baik, harus berani diganti. Cabor yang tidak berprestasi wajib dievaluasi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala PPOP DKI Jakarta, Rusdiyanto memaparkan skema pembinaan atlet muda yang telah berjalan, mulai dari identifikasi dan rekrutmen, program latihan berjenjang, pembinaan karakter, dukungan akademik hingga sistem promosi dan degradasi.

"Kami juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, agar atlet tetap bisa bersekolah tanpa mengganggu akademis," jelasnya.

Ia menegaskan, PPOP menjadi jembatan penting dari pembinaan pelajar menuju tingkat Pusat Pendidikan Latihan Mahasiswa (PPLM), Pelatda hingga Pelatnas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.