Dark/Light Mode

Elektronik Sport Bisa Menjadi Industri Dan Prestasi

Sabtu, 16 Februari 2019 20:46 WIB
Menpora Imam Nahrawi menyalami atlet pada Grand Final AoV Star League (ASL) Season II 2019 pertandingan E-sport Arena of Valor (AoV) di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Sabtu (16/2) siang.(Foto : kemenpora.go.id)
Menpora Imam Nahrawi menyalami atlet pada Grand Final AoV Star League (ASL) Season II 2019 pertandingan E-sport Arena of Valor (AoV) di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Sabtu (16/2) siang.(Foto : kemenpora.go.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemenpora mengapresiasi tumbuhnya Elektronik Sport atau E-Sport di Indonesa. E-sport bisa menjadi masa depan olahraga Indonesia, karena didalamnya ada potensi industri hingga prestasi yang bisa mengharumkan nama Indonesia.

"Karena E-sport adalah masa depan Indonesia, tidak hanya soal industri, tidak hanya soal bertemu, berkumpul di komunitas solid, tapi E-sport pernah dan akan terus mengharumkan Indonesia dalam kancah olahraga prestasi,"  kata Menpora Imam Nahrawi saat menghadiri Grand Final AoV Star League (ASL) Season II 2019 pertandingan E-sport Arena of Valor (AoV) di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Sabtu (16/2).

Menpora mengaku ingin menjadi bagian dari keluarga besar E-sport. Dengan E-sport ada kekeluargaan yang terbangun karena olahraga ini sangat praktis dimainkan

Baca juga : Industri Otomotif Semakin Ngebut

"Seperti saya ini sepulang kondangan bisa juga langsung main game, sehabis ke kantor bisa main game. Main bareng sama yang lain karena saya ingin menjadi bagian dari keluarga besar E-sport," kata Menpora didampingi istrinya Shobibah Rohmah.

E-sport lanjutnya, masuk ke pertandingan multievent karena pernah dimulai di Indonesia saat Asian Games 2018. Bulan November mendatang E-sport akan secara resmi dipertandingkan di SEA Games Filipina 2019.

Tak hanya itu menteri asal Bangkalan, Madura ini juga mengabarkan kepada para orang tua, guru, juga pejabat negara untuk mendukung dan mendorong anak-anaknya, anak didiknya dipromosikan menjadi atlet E-sport yang nantinya mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Baca juga : Ekonomi Confident Jalani Tahun Politik

"Selamat, kami bangga dan gembira AOV akan menjadi salah satu yang terbesar di negeri ini dan akan diikuti masyarakat dunia, terima kasih para sponsor," kata Menpora bersama Deputi Pembudayaan Olahraga R. Isnanta, Staf Ahli Ekonomi Kreatif Jonni Mardizal.

Sementara Head of Garena Indonesia Hans Kurniadi Saleh menyampaikan tim-tim yang masuk final ASL 2019 telah bertanding sejak bulan September 2018, hingga babak final ini telah ada 4 tim terbaik mereka adalah EVOS, SES, DG dan GGWP.ID yang bertanding memperebutkan piala dan total hadiah Rp 2,6 miliar pada babak final ini.

"Keempat tim ini (EVOS, SES, DG dan GGWP.ID) akan memperebutkan total hadiah Rp 2,6 miliar dan juga menjadi wakil Indonesia di ajang AOF World Championship 2019," ucap Hans.

Baca juga : Daya Beli Pulih, Kinerja Industri Mulai Bergeliat

"Kami dari Garena terus berkomitmen untuk membawa ajang-ajang seperti ini agar tidak kalah dengan ajang-ajang di luar negeri baik dari turnament-turnamet grassroot, kota-kota hingga seperti ASL Season II ini," tambahnya.

Pihaknya lanjutnya, juga sedang merilis satu turnamen baru yang juga didukung oleh Kemenpora yakni Garena Goes to School. "Ribuan pelajar lebih dari 22 kota, lebih dari 1000 sekolah akan bertanding memperebutkan piala bergengsi dan akan memperoleh beasiswa, mari kita dukung para pemain yang nantinya menjadi wakil Indonesia di ajang internasional," tutupnya. [IPL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.