Dark/Light Mode

Persis Solo Nunggak Bayar Gaji Pemain Miliaran Rupiah

Kaesang Sedang Diuji

Minggu, 15 Agustus 2021 07:20 WIB
Kaesang Pangarep. (Foto: Instagram/official.persissolo)
Kaesang Pangarep. (Foto: Instagram/official.persissolo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep sedang menghadapi ujian. Persis Solo, klub sepak bola miliknya, dikabarkan masih nunggak bayar gaji para pemain hingga miliaran rupiah.

Kabar tunggakan gaji itu terungkap setelah Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengumumkan daftar klub yang belum melunasi gaji pemainnya musim lalu, di laman resminya, Jumat (13/8). Salah satu klub yang masih nunggak gaji itu adalah Persis Solo.

Baca juga : Epidemiolog UI: Harusnya Data Kematian Jangan Dihapus

Daftar klub penunggak gaji itu didapat dari putusan National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia. NDRC adalah badan penyelesaian sengketa nasional yang menjadi tempat pengaduan, pemain di Liga Indonesia.

APPI mengatakan, sebenarnya ada 18 pemain Persis yang mengajukan gugatan. Namun, hanya 7 pemain yang dapat diproses oleh NDRC Indonesia. Gugatan 11 pemain lainnya tidak diproses lantaran mempunyai salinan kontrak dan tak mendapatkan akses untuk meminta salinan tersebut kepada pihak klub. Total tunggakan gaji pemain itu sebesar Rp 2,3 miliar.

Baca juga : Pemerintah Kesinggung? Biasa Saja...

APPI menyebut, peralihan penanggung jawab dan manajemen klub dari yang lama kepada yang baru, merupakan hal yang biasa dalam pengelolaan sebuah klub sepak bola profesional. Sudah sewajarnya, segala utang piutang manajemen lama tetap menjadi tanggung jawab manajemen klub yang baru.

Wakil Presiden APPI, Andritany Ardhiyasa berharap, klub yang masih memiliki kewajiban pada pemainnya segera menunaikkan kewajibannya, mengingat kompetisi akan segera bergulir kurang dari tiga minggu lagi. Klub yang belum melaksanakan kewajibannya, terancam sanksi berupa larangan untuk mendaftarkan pemain baru untuk tiga periode transfer yang mengakibatkan klub tersebut tidak dapat mengikuti kompetisi.

Baca juga : Pemerintah Sudah Kerja Keras Tangani Covid-19

Tim legal APPI menyebutkan, manajemen baru harus tetap bertanggung jawab. APPI akan membawa perkara ini dan menggugat Laskar Samber Nyawa ke National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.