Dark/Light Mode

Disesalkan Ketua DPD

Dugaan Kecurangan Terhadap Atlet Binaraga Jatim Di PON XX Papua

Minggu, 10 Oktober 2021 22:26 WIB
Ketua DPD LaNyalla Mahmud Mattalitti saat menerima pengaduan dari atlet-atlet binaraga Jawa Timur yang berlaga di PON XX Papua, di Gedung KONI Jawa Timur, Minggu (10/10). (Foto: Humas DPD)
Ketua DPD LaNyalla Mahmud Mattalitti saat menerima pengaduan dari atlet-atlet binaraga Jawa Timur yang berlaga di PON XX Papua, di Gedung KONI Jawa Timur, Minggu (10/10). (Foto: Humas DPD)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyesalkan adanya dugaan perlakuan tidak sportif terhadap atlet-atlet binaraga Jawa Timur yang berlaga di PON XX Papua.

Hal itu disampaikan LaNyalla saat menerima pengaduan dari atlet-atlet binaraga Jawa Timur yang berlaga di PON XX Papua, di Gedung KONI Jawa Timur, Minggu (10/10).

Berita Terkait : Kisah Salmon Kareth, Putra Daerah Penjaga Listrik PON XX Papua

Para atlet yang hadir dalam pertemuan antara lain Misnadi, Komara Ditayana, Akbar, Dedi Rahmono dan pelatih kepala yang juga manager atlet binaraga Jatim Raja Siahaan.

LaNyalla yang juga menjabat Ketua Dewan Penyantun KONI Jatim meminta dugaan kecurangan itu terus disuarakan ke induk organisasi tertinggi, yakni KONI pusat. Juga, Kementerian Pemuda dan Olahraga ke (Kemenpora) sebagai pembina olahraga nasional.

Berita Terkait : Ini Kata Ketua Umum KONI, Soal Kasus Covid-19 Di PON XX Papua

"Sangat disesalkan terjadi kecurangan di even besar sekelas PON. Harusnya semua menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas, fair play dan mengutamakan persatuan dan kesatuan. Sangat memprihatinkan menurut saya kalau sportifitas sudah dikesampingkan," ujar LaNyalla.

Senator Jawa Timur itu juga meminta induk olahraga binaraga yang menaungi mereka, yakni PBFI (Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Seluruh Indonesia) untuk bertanggungjawab atas permasalahan tersebut.

Berita Terkait : LaNyalla Serahkan Medali Dan Bonus Untuk Atlet Di PON XX Papua

"Harus diselesaikan persoalan ini agar tak muncul preseden buruk seolah-olah prestasi bisa diatur atau dipermainkan oleh oknum-oknum," tegasnya.
 Selanjutnya