Dark/Light Mode

Denmark Open

Praven/Melati Kepancing Permainan Lawan, Tim PBSI Gagal Tembus Final

Minggu, 24 Oktober 2021 05:03 WIB
Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto : PBSI)
Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto : PBSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Merah Putih dari Pelatnas Bulutangkis Indonesia gagal berkiprah di puncak turnamen Super 1000 Victor Denmark Open 2021.

Itu setelah ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti terheti di semifinal dengan menyerah lewat laga rubber game kepada pasangan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) 21-16, 17-21 dan 20-22, Sabtu (23/10/2021), di Odense Sports Park, Denmark.

Praveen/Melati yang menempati unggulan ketiga mampu menampilkan taktis dan efisien atas Puavaranukroh/Taerattanachai di game pertama. Tapi mereka gagal mempertahankan permainan itu hingga menyerah kalah di dua game berikutnya.

Berita Terkait : Dibekuk Wakil Malaysia, Fajar/Rian Gagal Ke Semifinal

“Tadi di game pertama, pola permainan kami bisa keluar semua. Kami bisa menang,” kata Praveen.

“Sayang di game kedua kami yang terbawa pola permainan lawan. Akhirnya kalah.

"Di game ketiga start kami kalah. Perolehan angka selalu tertinggal jauh. Di poin 18-20, kami bisa mengejar dan menyamakan kedudukan 20-20. Sayang di poin krusial saya melakukan servis error nyangkut net. Sementara pengamatan Meli juga gagal,” imbuhnya.

Berita Terkait : Praveen/Melati Raih Tiket Perempat Final

Tersingkirnya Praveen/Melati membuat tak satu pun pemain Pelatnas Bulutangkis Cipayung lolos ke final di Victor Denmark Open 2021. Satu wakil tunggal putra, Tommy Sugiarto, yang juga kalah atas Kento Momota (Jepang)  bukan lagi menjadi anggota Pelatnas.

“Praveen/Melati terlalu mengikuti pola permainan lawan. Pola mainnya panjang-panjang,” kata pelatih ganda campuran Pelatnas Nova Widianto.

“Seharusnya lebih berani bermain dengan bola-bola kecil di depan net, karena secara kualitas seharusnya Melati lebih unggul di depan.

Berita Terkait : Main Sabar, Kunci Fajar/Rian Tembus Perempat Final

Selain itu, variasi serangan Praveen yang biasa melontarkan smash mematikan yang dikombinasikan dengan permainan net, tadi cuma beberapa kali keluar. Terus Praveen juga tidak berani melakukan servis colong karena dia takut di-fault wasit.. [IPL]