Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Penentang Prayut Turun Ke Jalan Lagi
Oposisi Tiga Kali Gagal Lengserin PM Thailand
Senin, 6 September 2021 06:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kelompok oposisi pantang menyerah untuk melengserkan Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-ocha. Mereka kembali turun ke jalan memperjuangkan aspirasi politiknya itu setelah parlemengagal memakzulkan Prayut.
Lebih dari 300 demonstran berkumpul di distrik pusat perbelanjaan utama Bangkok. Mereka membawa bendera merah dan mengenakan ponco di tengah hujan.
Baca juga : PPKM Turun Level, Senang Tapi Tetap Tak Boleh Lengah
“Pemerintah harus angkat kaki. Jika semuanya baik-baik saja, untuk apa kita keluar memprotes?” kata demonstran berusia 28 tahun, dikutip media AFP.
Menjelang unjuk rasa, polisi mengerahkan kontainer pengiriman barang untuk memblokade rute-rute utama ke lokasi protes. Massa memusatkan unjuk rasa di di Taman Lumphini.
Baca juga : Jaga Pasokan Listrik, PLN Beli Batu Bara Langsung Dari Pemilik Tambang
Ada banyak polisi bersiaga di seluruh pusat kota. Polisi antihuru-hara dan truk meriam air ditempatkan di persimpangan Ratchaprasong dekat pusat perbelanjaan besar. Demo di Thailand sebenarnya tidak pernah berhenti total. Aksi massa itu terus terjadi secara reguler sejak akhir Juni.
Unjuk rasa menentang Prayut sebelumnya berubah menjadi kekerasan. Yakni, pasukan keamanan menggunakan gas air mata, meriam air, dan peluru karet, untuk membubarkan massa. Namun bukannya mundur, mereka melawan dengan melempar batu dan petasan.
Baca juga : Jelang Liga 1, Pemain Persija Jalani Tes Kesehatan
Sabtu (4/9), Prayut Kembali lolos dari upaya pemakzulan. Ini merupakan kali ketiga Prayut selamat dari mosi tidak percaya. Ia mendapat dukungan dari 264 suara melawan 208 anggota parlemen yang mendukung pelengseran. Kubu oposisi membutuhkan 242 suara dari total 482 untuk menggulingkan perdana menteri. Dengan komposisi kubu koalisi Pemerintah yang lebih besar di parlemen, niat para penentang Prayut sulit berhasil.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya