Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
M QORI HALIANA / RM
Perjalanan emas Logam Mulia Antam berawal dari Tambang Emas Pongkor, satu-satunya tambang emas utama Antam yang mampu memproduksi sekitar 1 hingga 1,2 ton emas per tahun. Di kawasan tambang yang dikelilingi hamparan hijau ini, para pekerja menambang bijih emas dari kedalaman tanah, meski kadar bijihnya semakin rendah sehingga proses penambangan membutuhkan teknologi dan pengawasan yang ketat.
Pongkor masih menyimpan sekitar 5 ton cadangan emas dan memiliki potensi sumber daya mencapai kurang lebih 20,19 ton. Untuk memperpanjang umur operasinya yang berizin hingga 2031, Antam terus melakukan eksplorasi di area sekitar tambang.
Seiring aktivitas produksi, Antam menjalankan berbagai program konservasi untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Lahan bekas tambang direhabilitasi, vegetasi lokal ditanam kembali, dan kualitas air dipantau secara berkala agar kegiatan pertambangan tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dari terowongan bawah tanah, bijih emas dikirim ke fasilitas pengolahan. Mesin-mesin besar memisahkan mineral berharga dari material pengotor sebelum emas dimurnikan melalui serangkaian proses teknis hingga mencapai kadar tinggi. Setelah itu, emas dilebur dan dicetak menjadi batangan Logam Mulia yang diberi nomor seri, diuji kualitasnya, dan dikemas dengan standar ketat untuk memastikan keasliannya.
Produk emas kemudian didistribusikan ke butik-butik resmi Antam di berbagai daerah. Di balik kaca etalase, emas yang sebelumnya tersembunyi di perut bumi kini tersaji rapi sebagai sarana investasi dan simpanan jangka panjang.
Dari proses penambangan yang berkapasitas terbatas, pengolahan yang teliti, upaya konservasi lingkungan, hingga penyajian produk di butik, seluruh perjalanan ini menunjukkan komitmen Antam dalam menjaga kualitas emas sekaligus melindungi alam di sekitar wilayah operasionalnya.
Tags :
Foto Lainnya