Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Venture Debt Jadi Alternatif Pendanaan, Qverse Dorong Bisnis Berkelanjutan
Rabu, 12 Februari 2025 16:13 WIB
Venture Debt Jadi Alternatif Pendanaan, Qverse Dorong Bisnis Berkelanjutan
Alternatif pendanaan melalui Venture Debt semakin mendapat perhatian para pelaku industri sebagai strategi ekspansi bisnis yang fleksibel. Dalam diskusi bersama media yang diadakan oleh Qverse, Yukka Herlanda (CEO & Founder Brodo), Leonard Utomo (CEO Endorphins), dan Gion Darwis (CEO MB Truss Co) sepakat bahwa skema ini memberikan ruang bagi bisnis untuk berkembang tanpa mengorbankan kepemilikan saham (equity dilution).
CEO Qverse, Gena Bijaksana, menegaskan bahwa Qverse hadir sebagai growth partner yang berkomitmen membantu bisnis mencapai pertumbuhan yang bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa paradigma growth at all cost sudah tidak relevan lagi di era ini. "Pertumbuhan harus didasarkan pada profitabilitas yang sehat, pengeluaran yang rasional, dan penggunaan dana yang sesuai dengan fundamental bisnis," ujarnya.
Menavigasi tantangan pendanaan, para CEO yang hadir sepakat bahwa fundamental bisnis yang kuat harus menjadi prioritas sebelum mengambil pendanaan eksternal. Dengan basis yang solid, pendanaan dapat difokuskan untuk ekspansi, sehingga risiko kegagalan maupun kesulitan pembayaran dapat diminimalisir.
Anggara Pradipta, Head of Investor Relations Qverse, menambahkan bahwa Qverse menerapkan prinsip Profit, Prudence, and Promising fundamentals (3P) dalam seleksi portofolio. Dengan pendekatan yang fleksibel, namun tetap terstruktur, Qverse juga menerapkan sistem monitoring pertumbuhan bisnis secara berkala untuk memitigasi risiko dan mengantisipasi tantangan di masa depan.
Dalam diskusi tersebut, para pelaku industri sepakat bahwa kehadiran Venture Debt, khususnya melalui Qverse, menjadi solusi bagi bisnis yang ingin bergerak lebih cepat dalam merespons pasar. Fleksibilitas dalam pendanaan memungkinkan bisnis untuk memanfaatkan momentum dengan lebih gesit tanpa harus kehilangan kendali atas kepemilikan perusahaan.
Videografer & Editor:
Hendrawan K Wijaya
Tags :
Video Lainnya