Dark/Light Mode

Ini Lima Fokus Tambang Freeport Sambut Masa Depan

Sabtu, 14 Desember 2024 20:45 WIB

PT Freeport Indonesia fokus pada lima area tambang bawah tanah sebagai proyek masa depan, setelah penambangan terbuka (open pit) ditutup pada akhir 2019.

Salah satu cadangan tambang bawah tanah yang besar milik PTFI adalah Grasberg Block Cave (GBC), yang lokasinya persis di bawah open pit Grasberg.

Ada pula blok Deep Mill Level Zone (DMLZ) yang sudah mulai dikembangkan sejak 2016 dan diproyeksikan baru akan selesai produksi pada 2040. Kemudian ada tambang bawah tanah Big Gossan dan Deep Ore Zon (DOZ).

Dari semua lokasi tambang itu, produksi bijih konsentrat tembaga Freeport mencapai 220-230 ribu ton per hari.

Kelak, produksi akan semakin bertambah dengan beroperasinya tambang bawah tanah Kucing Liar pada tahun 2028, yang diperkirakan mencapai 90 ribu ton per hari. "Nanti di tahun 2029, produksi akan bertambah melalui tambang bawah tanah Kucing Liar menjadi 240 ribu ton," terang Anton Priatna, Vice President Underground Engineering Freeport Indonesia, saat ditemui di Tembagapura, Timika, Papua, Kamis (11/12/2024).

Asal tahu saja, panjang tambang bawah tanah Freeport Indonesia saat ini mencapai 850 Kilometer (Km). "850 km itu bertingkat-tingkat bukan lurus," terang dia.

Kegiatan pertambangan bawah tanah Freeport ini, kata dia, sudah dimulai dalam kurun waktu 2015 hingga 2018. Sementara persiapan infrastrukturnya dimulai sejak tahun 2004. Maka dari itu, butuh waktu 11 sampai 15 tahun untuk memulai produksi dari proses pembangunan infrastruktur.

Dia mencatat, saat ini jumlah cadangan terbukti yang ada dari tambang bawah tanah itu mencapai sekitar 29 miliar pound tembaga dan 24 juta ons emas hingga tahun 2041.

Sementara berdasarkan data sumber daya bijih konsentrat yang ada di area eksplorasi Freeport itu mencapai sekitar 48 miliar pound tembaga dan 58 juta ons emas.

"Untuk bisa memastikan benar angka tersebut ada di area yang kita punya saat ini, kita harus melakukan eksplorasi yang membutuhkan waktu 5-10 tahun. Itulah kenapa beyond 2041 itu ialah sesuatu yang kita perlukan, karena tanpa itu, ini tidak bisa dibuktikan, walaupun sampai 2061 kita masih bisa beroperasi," ungkap dia.

Videografer: Firsty Hestyarini

Editor: Hendrawan Kosim Wijaya