Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pulihkan Lahan Kritis, BPDAS Cimanuk-Citanduy Terapkan Rumus THR dan Skema Agroforestri
Sabtu, 17 Mei 2025 11:41 WIB
Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Cimanuk-Citanduy, Heru Permana, mengungkapkan berbagai upaya rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) untuk memulihkan lahan kritis dan mengembalikan fungsi ekologis hutan. Salah satu pendekatan yang diandalkan adalah rumus THR: Tahan, Hambat, dan Resap, yang fokus pada pengelolaan air.
“Biasanya pengolahan lahan tidak jauh dari sumber air. Maka dari itu, kami menerapkan rumus THR, menahan air, menghambat aliran permukaan, dan meresapkan air ke dalam tanah,” ujar Heru dalam keterangannya.
Menurutnya, RHL dilakukan secara menyeluruh baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan. Pendekatan yang dilakukan mencakup RHL vegetatif seperti penanaman tanaman kehutanan dan buah-buahan, serta RHL sipil teknis berupa pembangunan bangunan konservasi seperti galian pelintas air (galiflat), dam penahan, sumur resapan, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan.
Salah satu pendekatan yang dinilai paling efektif saat ini adalah skema agroforestri, yaitu kombinasi antara tanaman semusim, buah-buahan, dan tanaman berkayu. Heru menjelaskan bahwa pola ini menjadi jalan tengah yang menggabungkan aspek produktivitas lahan dan pelestarian lingkungan.
“Agroforestri merupakan kompromi antara tanaman sayur, tanaman semusim, dan buah-buahan. Bisa juga dikombinasikan dengan perikanan atau peternakan. Polanya fleksibel, tapi intinya agar masyarakat bisa tetap memanfaatkan lahan secara produktif tanpa merusak lingkungan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Heru menekankan bahwa pendekatan rehabilitasi saat ini tidak lagi terfokus pada kayu semata seperti di masa lalu. Kini, produksi buah-buahan lebih diutamakan agar masyarakat terdorong untuk menjaga pohon dan tidak menebangnya.
“Dengan pendekatan agroforestri, kami berharap masyarakat bisa lebih memahami pentingnya menjaga pohon dan lingkungan. Ini juga mendukung ketahanan pangan, energi, dan air,” tutupnya.
Videografer & Editor:
Hendrawan K Wijaya
Tags :
Video Lainnya