Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Persemaian Rumpin Jadi Simbol Komitmen Indonesia Hadapi Krisis Iklim
Sabtu, 17 Mei 2025 22:19 WIB
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam mengurangi emisi dan memulihkan lahan kritis melalui pembangunan persemaian skala besar. Salah satu yang kini menjadi simbol nyata dari aksi tersebut adalah Persemaian Rumpin di Bogor, Jawa Barat. Keberadaan persemaian ini membuktikan bahwa Indonesia tidak sekadar berbicara soal perubahan iklim, tetapi juga mengambil langkah konkret di lapangan.
Dalam kegiatan Journalist Workshop of Indonesia's FOLU Net Sink 2030 yang digelar di Rumpin, Bagus Novianto, Direktur Penghijauan dan Perbenihan Tanaman Hutan, menyampaikan bahwa pembangunan persemaian skala besar menjadi fondasi penting dalam mendukung target iklim nasional secara terukur dan terstruktur.
“Persemaian seperti Rumpin ini bukan hanya menumbuhkan bibit, tapi juga menumbuhkan harapan dan masa depan. Ini bagian dari langkah strategis Indonesia menuju FOLU Net Sink 2030,” ujar Bagus.
Selain Rumpin, Kementerian Kehutanan juga telah mengembangkan tujuh persemaian besar lain di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Bali. Satu persemaian tambahan di Sumatera saat ini tengah dalam tahap akhir penyelesaian. Masing-masing persemaian dirancang untuk memproduksi antara 5 hingga 15 juta bibit per tahun yang akan digunakan dalam program rehabilitasi hutan dan pemulihan lahan kritis.
Upaya ini merupakan bagian dari kerja besar yang mencakup pengurangan deforestasi dan degradasi hutan, pembangunan hutan tanaman, pengelolaan lahan gambut, konservasi mangrove, serta pelestarian keanekaragaman hayati.
Di saat yang sama, Kemenhut juga tengah menyempurnakan instrumen kebijakan serta sistem pemantauan yang lebih transparan agar masyarakat dapat memahami secara utuh peran strategis persemaian dalam menghadapi krisis iklim.
Dengan langkah-langkah konkret ini, Indonesia berharap dapat menjadi pelopor global dalam menghadirkan solusi iklim berbasis aksi nyata.
Videografer & Editor:
Hendrawan K Wijaya
Tags :
Video Lainnya