RM.id Rakyat Merdeka - Happy Salma curhat situasi pandemi di Bali lewat tayangan Cabin Fever. Seperti diketahui, kasus Covid-19 pertama kali di Indonesia diumumkan beberapa hari sebelum Hari Raya Nyepi di Bali.
Meskipun sosialisasi tentang jaga jarak belum familiar, masyarakat Bali bisa menyikapi dengan baik.
Baca juga : Nainggolan Bakal Balik Ke Inter Milan
“Beberapa hari sebelum Nyepi yang biasanya ramai takbiran bawa ogok-ogok ini ditiadakan. Saya juga di Ubud sama keluarga jadi bener-bener senyap gitu. Terus beberapa hari itu kayak meditasi ngobrol sama diri sendiri kita tuh mau gimana? Situasi bisa jadi lama. dalam beberapa hari berjarak, itu lumayan akhirnya menguat-kan,” ungkap Happy.
"Biar gimanapun biasanya orang sini mandiri. Agama mereka kan minoritas tuh, jadi mereka sudah merasa kuat dan tabah kali ya. Dan mereka punya tanggung jawab besar untuk merawat adat,” sambung istri bangsawan Bali, Tjokorda Bagus ini.
Baca juga : Kepala BNPT Belasungkawa Ke Rumah Korban OTK
Happy bilang, kebanyakan orang sering mendengungkan untuk mencintai budaya di negeri sendiri. Tapi faktanya tak serupa. Namun masyarakat Bali justru berlaku sebaliknya.
"Di Bali mereka melakukan bukan hanya mengucapkan. Jadi mereka kok kayaknya masih bisa menikmati bukan pasrah, ya tapi merespon itu dengan bijaksana,” tutur aktivis teater ini. [TAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.