Dark/Light Mode

Haji 2020 dan Dananya

Kamis, 4 Juni 2020 03:36 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Tahun ini Indonesia tidak mengirim jemaah haji karena Corona. Pemerintah menjamin dana haji milik jamaah, aman. Namun, di media sosial muncul tagar #BalikinDanaHaji.      

Tagar ini muncul menyusul kabar bahwa dana haji senilai USD 600 juta akan dipakai untuk memperkuat rupiah. Wacana ini mencuat dalam acara silarahmi online Kepala BPKH Anggito Abimanyu dengan Gubernur dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Selasa, 26 Mei lalu.      

BPKH atau Badan Pengelola Keuangan Haji adalah lembaga yang mengelola keuangan haji. Badan ini bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama. Sampai Mei 2020, dana yang dikelola BPKH senilai Rp135 triliun dalam bentuk rupiah dan valuta asing.      

Baca juga : Belajar Dari `George Floyd`

Sebagian dana inilah yang diwacanakan akan digunakan untuk memperkuat rupiah. Nilainya USD 600 juta.    

Wacana ini muncul sebelum Kementerian Agama mengumumkan tidak akan memberangkatkan jemaah haji tahun ini. Pengumuman ini disampaikan Selasa (2/6) lalu.      

Sebelumnya, dalam rapat melalui telekonferensi bersama Komisi VIII DPR, Anggito juga menyampaikan bahwa dana haji 2020 senilai USD 620 juta atau setara Rp9,7 triliun siap masuk ke pasar, membantu Bank Indonesia, bila dibutuhkan.

Baca juga : Apa Kabar Dana Corona?

Masalah ini kemudian menjadi polemik. Seperti isu-isu lainnya, wacana ini pun terseret ke ranah politik. Sama seperti sebelum-sebelumnya, isu ini melibatkan dua kubu yang sampai sekarang masih bertarung sengit.      

Belum ada kepastian apakah dan kapan dana haji akan diguyur untuk membantu memperkuat rupiah. Kalau pun akhirnya terlaksana, penggunaannya harus menerapkan prinsip kehati-hatian, jelas manfaatnya, aman, akuntabel dan transaparan.      

Berapa, kapan, untuk apa serta ke mana dana haji tersebut dipergunakan, perlu disampaikan ke publik, terutama para calon jemaah haji. Juga ke DPR yang sekarang agak-agak sensitif karena merasa tidak diajak bicara serius soal batalnya pengiriman jemaah haji 2020. Para jemaah haji perlu mendapat informasi yang jelas dan mudah dimengerti. Kalau ada pertanyaan dan kecurigaan, perlu dijawab secepatnya dan setransparan mungkin. Jangan sampai ada disinformasi yang bisa menimbulkan kegaduhan.      

Baca juga : New Normal Vs Abnormal

Di masa yang sensitif ini, informasi apa pun bisa mengarah ke mana-mana. Apalagi menyangkut haji, tambah sensitif. Karena itu, pemerintah dan pengelola dana haji, butuh sikap yang ekstra sensitif, hati-hati, dan transparan.(*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.