Sebelumnya
Apa dampak bahaya dari dugaan peretasan ini?
Jika Jimbo benar-benar berhasil mendapatkan kredensial dengan role admin, maka bisa sangat berbahaya bagi pelaksanaan Pemilu 2024.
Kenapa begitu?
Karena, bisa saja akun dengan role admin itu, digunakan untuk mengubah hasil rekapitulasi penghitungan suara. Jika itu terjadi, maka akan mencederai Pemilu 2024. Bahkan, bisa menimbulkan kericuhan pada skala nasional.
Baca juga : Idham Holik: Sistem Proteksi KPU Dapat Diandalkan
Apa yang perlu segera dilakukan KPU?
Perlu audit forensik sistem keamanan server KPU. Sambil melakukan investigasi, ada baiknya tim KPU melakukan perubahan username dan password dari seluruh akun yang memiliki akses ke sistem KPU tersebut. Sehingga, user yang semula didapatkan peretas, tidak dapat digunakan kembali.
Apa lagi yang Anda ketahui mengenai dugaan kebocoran data KPU ini?
Jimbo meretas data pribadi yang cukup penting, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (KK), nomor paspor untuk pemilih yang berada di luar negeri, nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap seperti RT, RW, kodefikasi kelurahan, kecamatan dan kabupaten serta kodefikasi TPS.
Baca juga : Bawaslu Bakal Pelototi Dinamika Sosial Politik
Apakah Anda sudah kroscek data tersebut?
Tim Cissrec juga sudah mencoba melakukan verifikasi data sampel yang diberikan secara random melalui website cekdpt, dan data yang dikeluarkan oleh website cekdpt sama dengan data sample yang dibagikan oleh peretas Jimbo. Termasuk, nomor TPS di mana pemilih terdaftar.
Motifnya apa?
Jimbo menawarkan data yang berhasil dia dapatkan, seharga 74.000 dolar AS, atau hampir setara Rp 1,2 miliar. NNM
Baca juga : Partai Garuda: Pemerintah Harus Tegas
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 30 November 2023 dengan judul "Klaim Retas Data KPU, Jimbo Rawan Ganggu Pemilu 2024?, Pratama Persadha: Jimbo Bisa Ubah Hasil Pemilu 2024"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.