Dark/Light Mode

Kaltim Peringkat Lima Kerawanan Pemilu

Bawaslu Bakal Pelototi Dinamika Sosial Politik

Jumat, 3 November 2023 07:40 WIB
Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel Aries Mardiono. (Foto: Dok. Bawaslu Kalsel)
Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel Aries Mardiono. (Foto: Dok. Bawaslu Kalsel)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan memantau seluruh dinamika sosial politik di semua tahapan Pemilu 2024. Pasalnya, Kalsel masuk dalam lima provinsi dengan tingkat kerawanan tinggi di Pemilu mendatang.

Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel Aries Mardiono menyatakan, kerawanan yang dikhawatirkan muncul adalah isu politik ber­muatan SARA, informasi hoaks dan ujaran kebencian.

Baca juga : Ini Kata Pengamat Soal Kehadiran Wamendes PDTT Di Acara Gibran

“Tingginya kerawanan di Kalsel, didasarkan pada pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 serta Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2020 lalu,” ujar Aries di sela Pendidian Politik bagi Masyarakat/Organisasi Wartawan dan Media di Kabupaten Banjar, Kalsel, Kamis (2/11/2023).

Berdasarkan historinya, kata dia, kerawanan dalam Pileg, Pilpres, dan Pilkada di Kalsel muncul dan tersebar dengan duacara, yakni melalui ‘mulut ke mulut’ dan media sosial. Hal tersebut seirama dengan ting­ginya penetrasi smartphone ke daerah-deaerah.

Baca juga : BNPT Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Bentuk Sistem Deteksi Dini Radikalisme

“Konten-konten yang memuat ujaran kebencian, sempat diadu­kan ke Bawaslu Kalsel. Kami akan menindaklanjuti seluruh temuan dan pengaduan pada gelaran Pemilu mendatang,” tegas Aries.

Ke depan, lanjut dia, Bawaslu Provinsi Kalsel akan berkonsen­trasi dan melakukan pengawasan hingga ke ranah digital.

Baca juga : Jelang Pemilu 2024, KSP Suarakan Penegakkan HAM Dalam Kontestasi Politik

Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk mencegah beredarnya isu kampanye politik yang memuat isu SARA, informasi hoaks, dan ujaran kebencian.

“Kami sudah memiliki komu­nitas digital, yang akan melaku­kan pencegahan terhadap isu-isu kampanye politik di dunia maya. Kami akan mengedepankan upaya pencegahan terjadinya pelanggaran di ranah digital,” jelas dia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.