Sebelumnya
Presiden AS Trump memberlakukan tarif impor ke Indonesia sebesar 32 persen. Bagaimana pandangan Anda?
Kebijakan tersebut perlu direspons Pemerintah, karena tarif 32 persen itu sangat membebani perekonomian Indonesia.
Angka 32 persen itu pengaruhnya seberapa besar bagi Indonesia?
Pengaruhnya sangat besar, ya. Mengingat angka 32 persen itu kalau kita kalikan dalam harga sebuah komoditas, nilainya besar. Itu bisa melemahkan ekspor kita.
Lalu, apa saran Anda?
Baca juga : Pemerintah Bakal Genjot Ekspor Jasa
Pemerintah Indonesia harus melakukan negosiasi dengan Amerika. Kita bisa melakukan negosiasi kalau kita memiliki sesuatu yang nilainya lebih, sesuatu yang dianggap sangat penting oleh pihak sana.
Kita memiliki komoditas atau produk yang mereka tidak miliki, seperti sektor-sektor yang selama ini menjadi primadona, antara lain dari sektor tambang. Bagaimana caranya mengemasnya lebih baik, kemudian Amerika tidak memandang sebelah mata.
Maksud Anda, produk tambang menjadi bargaining position?
Iya. Menjadikan komoditas primadona alat bargaining position (posisi tawar) dalam kaitan tarif barier yang diputuskan Presiden Trump.
Berikutnya, mendorong upaya hilirisasi dipercepat dan ditambah beberapa komoditas untuk meningkatkan nilai tambah, sehingga menjadi pertimbangan Amerika untuk tidak semena-mena memberlakukan tarif.
Baca juga : IKN Jadi Tempat Wisata Selama Libur Lebaran
Apakah Indonesia perlu mencari pasar baru selain Amerika?
Iya, kita juga harus lebih kreatif, mencari pasar ekspor yang baru, lebih realibel.
Apa hal mendasar yang perlu dilakukan?
Fundamental ekonomi perlu terus diperbaiki. Mengingat pada posisi akhir-akhir ini, kita sedang menghadapi sebuah dilema, fiskal kita tidak cukup kuat untuk menjalankan berbagai kepentingan dari visi-misi Presiden. Salah satunya adalah dari sektor penerimaan, dari pajak.
Selain itu, kita perlu banyak melakukan optimalisasi berbagai hal, baik itu penerimaan maupun efisiensi anggaran kegiatan yang kurang produktif.
Baca juga : Didit Lampaui Batas Politik Konvensional
Selain itu, apa lagi usulan Anda kepada Pemerintah?
Yang perlu kita selalu perkuat adalah mengenai ketahanan pangan, terutama dalam suasana pangan global yang tidak menentu. Itu menjadi kunci pokok bagaimana perekonomian kita bisa bangkit. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 7 April 2025 dengan judul "Hadapi Tarif 32 Persen Donald Trump, Indonesia Bisa Mainkan Jurus Ini, Ahmad Najib Qodratullah: Produk Tambang Posisi Tawar Kita"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.