Sebelumnya
Adapun nilai kontrak konstruksi sepanjang 2021 mencapai Rp 11,47 triliun. Yang meliputi Kerja Sama Operasional (KSO) sebesar Rp 4,70 triliun dan NonKSO sebesar Rp 6,77 triliun. Selain itu, per September 2021 EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) perusahaan meningkat 36,7 persen.
Dan ekuitas perusahaan tumbuh hingga 13,1 persen. Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan, pihaknya terus memperkuat bisnis BUMN sektor konstruksi dan tol dari sisi aset perusahaan. Pemegang saham akan memprivatisasi jalan tol yang dimiliki BUMN Karya.
Baca juga : Indeks PIKP Tunjukan Kinerja Komunikasi Publik Pemerintah Membaik
“Kementerian BUMN kembali memetakan core business masing-masing BUMN Karya. Ke depan, kami juga akan perkuat Jasa Marga menjadi perusahaan karya untuk tol,” katanya di Jakarta, Kamis (3/2).
Saatnya Bangkit
Baca juga : Denmark Siap Luncurkan Penerbangan Domestik Bebas Fosil Di Tahun 2030
Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengatakan, pembentukan PMO merupakan langkah cepat Pemerintah dalam mengatasi kinerja keuangan BUMN Konstruksi dan Jalan Tol. Meski PMO ini tidak disebut holding, tapi Pemerintah membuat masing-masing BUMN Konstruksi ini memiliki kekhususannya. “Ini bisa membuat BUMN semakin fokus, sehingga tak saling bersaing dalam mengerjakan beberapa proyek,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Selain itu, menurut Toto, para BUMN Konstruksi ini perlu berjalan bersama dalam memangkas beban utang. Terutama setelah kondisi tahun lalu, kinerja mayoritas BUMN tersebut anjlok signifikan akibat pandemi. Laba bersih merosot tajam, bahkan berbalik menjadi rugi dengan angka yang fantastis pula. “Negara jelas tidak boleh membiarkan perusahaan pelat merah jatuh begitu saja. Upaya PMO menjadi harapan BUMN Konstruksi bangkit dan memperbaiki kinerja. Khusus di tahun ini, diharapkan semua bisa membaik,” harap Toto. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.