Sebelumnya
Seperti diketahui, BNI menyiapkan Bank Mayora sebagai Bank Digital dengan membidik segmen pasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).
Di samping itu, RUPST juga menyetujui untuk mengalihkan secara keseluruhan saham hasil pembelian kembali (buyback) tahun 2021. Yang disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock) sebanyak 24.682.600 saham, dalam rangka program kepemilikan saham bagi karyawan dan manajemen.
Baca juga : Tok! Pemegang Saham BNI Setujui Akuisisi Bank Mayora
Novita melanjutkan, buyback ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kepemilikan saham BBNI oleh karyawan dan manajemen. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan. Serta mendorong pencapaian target kinerja.
“Buyback tersebut merupakan bagian dari kelanjutan program kepemilikan saham karyawan dan manajemen MESOP (Management Employee Stock Option Plan) saat ini,” jelasnya.
Baca juga : Sandi Ajak Anak Muda Tangsel Manfaatkan Digitalisasi Untuk UMKM
Selain itu, ia mengungkapkan, RBB Tahun 2022 telah disusun dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian yang cukup menantang baik domestik maupun global.
“Dengan kondisi tersebut, maka kami memproyeksikan indikator kinerja perseroan tahun 2022 antara lain pertumbuhan kredit di kisaran 7 hingga 10 persen. Net Interest Margin (NIM) 4,6 hingga 4,8 persen, serta Cost of Credit(CoC) dari 2 sampai 2,3 persen,” tukasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.