RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mematangkan rencana pembentukan holding dan subholding PT PLN (Persero). Tahun ini, ditargetkan sudah terbentuk rancangan virtualnya.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, skema virtual pembentukan holding dan subholding PLN dibutuhkan sebelum benar-benar diwujudkan pada tahun depan. Kementerian BUMN sudah memetakan langkah ke depannya. Salah satunya, bagaimana subholding PLN tidak sekadar menjual listrik.
“Kabel-kabel yang sekarang dimiliki oleh PLN bisa memiliki nilai tambah atau value added. Yang kami bisa lakukan tentu membantu penetrasi digitalisasinya,” jelas Erick di Jakarta, Senin (9/5).
Baca juga : Manfaatkan Limbah, Inovasi CSR Subholding Upstream Pertamina Diapresiasi
Dengan pembentukan holding dan subholding, lanjutnya, PLN dapat mengoptimalkan sumber daya EBT (Energi Baru Terbarukan) untuk kemajuan Indonesia. Selain itu, Erick ingin pembangkit listrik tidak lagi berdiri sendiri. Terlebih, Indonesia memiliki potensi besar dalam hydropower, matahari, angin, hingga geotermal (panas bumi).
Menurut mantan Bos Inter Milan ini, banyak negara tetangga tidak memiliki kekayaan alam tersebut. Sehingga, PLN nanti tidak hanya memiliki pondasi kuat melayani kebutuhan listrik, tetapi nama baik PLN berkibar di luar negeri.
“Dengan holding dan subholding nanti, bukan tidak mungkin beberapa proyek hydropower bisa dijual juga ke Malaysia. Namun ini menjadi konsolidasi yang terukur,” tegasnya.
Baca juga : Mall Tunjungan Plaza Terbakar, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Pimpin Proses Pemadaman
Dengan begitu, Erick yakin banyak negara di dunia akan melihat potensi EBT di Indonesia. Ditekankannya, proyek itu harus dibangun secara bersama-sama, bukan berdiri sendiri.
Menurut dia, holding dan subholding yang Kementerian BUMN lakukan di PLN, mirip dengan Pertamina. Sekarang Pertamina memiliki subholding-subholding yang sehat dan tidak saling tergantung.
Dia menegaskan, tujuan pembentukan holding dan subholding PLN, guna memperkuat pelayanan dan bisnis listrik. Selain itu, untuk kemajuan pembangkit listrik.
Baca juga : Dubes Ukraina Ngarep RI Bujuk Rusia Stop Perang
“Bisa dipastikan tidak ada tumpang tindih antara pembangkit dengan PLN Batubara yang merupakan anak usaha PLN, dalam menyediakan batubara berkualitas,” tutur Bos Mahaka Group ini.
Seperti diketahui, dua subholding yang akan dibentuk adalah Power Generator dan di luar industri kelistrikan. Subholding Power Generator akan fokus pada pembangkit, baik itu batubara, gas, uap, diesel atau EBT.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.