Dark/Light Mode

Pantau Penanganan Bencana Gunung Semeru, Menko PMK: Keselamatan Korban Jadi Prioritas Utama

Senin, 6 Desember 2021 17:11 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat menjenguk korban erupsi Gunung Semeru di  RSUD Pasirian, Senin (6/12). (Foto: Humas Kemenko PMK)
Menko PMK Muhadjir Effendy saat menjenguk korban erupsi Gunung Semeru di RSUD Pasirian, Senin (6/12). (Foto: Humas Kemenko PMK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah fokus menyelamatkan korban erupsi Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, setiap ada bencana seperti ini yang diprioritaskan adalah keselamatan korban. Terutama mereka yang cedera, yang kesakitan itu harus betul-betul mendapatkan perawatan maksimal. Sehingga terselamatkan," ujar Muhadjir, saat memantau kondisi bencana erupsi Gunung Semeru, seperti keterangan yang diterima RM.id, Senin (6/12).

Dia mengatakan, RSUD Pasirian telah menampung sedikitnya 16 pasien korban luka bakar akibat terkena dampak awan panas guguran Gunung Semeru. Sebanyak 6 orang mengalami luka bakar hingga 80 persen. Selain itu, ada pula korban yang cidera akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Baca juga : Ringankan Beban Korban Erupsi Gunung Semeru, KAI Nyumbang Toilet Portable Dan Sembako

"Bahkan ada korban yang alami luka bakar sampai 80 persen. Karena itu, ini sedang kita perhatikan secara khusus untuk korban-korban ini yang terbakar," tuturnya.

Menko PMK menyebut telah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk dapat mengirimkan bantuan peralatan untuk menangani korban. Kata dia, dengan kondisi luka bakar separah itu, korban tidak bisa dibawa ke RS yang representatif dan lokasinya cukup jauh.

"Kita meminta bantuan dokter spesialis dan dokter sub spesialis untuk menangani, kemudian dokter bedah plastik, kemudian perawat yang sudah pengalaman merawat orang terbakar, dan seterusnya. Tadi saya sudah meminta Pak Menkes untuk segera mengirimkan bantuan-bantuan itu," papar Muhadjir.

Baca juga : Erupsi Gunung Semeru, Puan: Keselamatan Warga Harus Jadi Prioritas

Dia juga menyatakan, pemerintah akan menangani korban pengungsi secara maksimal. Penyediaan tempat pengungsian yang layak, kebutuhan logistik, dan dapur umum sudah dilakukan oleh BNPB bersama Kemensos, dan Pemerintah Daerah (Pemda).

"Untuk mereka yang masih yang ditampung di Kantor Kelurahan, itu saya minta malam ini juga dipindahkan ke sekolah. Karena kalau di sekolah kan lebih tertutup di ruang-ruang kelas. Malam ini juga akan ditangani," imbuhnya.

Selain itu, Muhadjir mendapatkan laporan, ada beberapa tempat pengungsian yang rawan terdampak erupsi susulan, yakni di lokasi pengungsian di Desa Curah Kobokan dan Desa Sumberwuluh. Dia mengatakan, para pengungsi di dua desa tersebut akan ditarik dan dipindahkan ke pengungsian di Desa Penanggal.

Baca juga : Optimalkan Penanganan Dampak Letusan Semeru, Khofifah Sigap Koordinasikan Bupati Sekitar

"Karena tempat yang dijadikan penampungan di dua desa itu rawan termasuk zona merah. Kita khawatir kalau ada erupsi susulan atau seandainya ada hujan deras, maka lahar yang tertahan di atas akan turun," ungkap mantan Mendikbud ini .
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.