BREAKING NEWS
 

Krisis Terus Menguat

Ketum KADIN: Indonesia Berpeluang Jadi Katalisator Perekonomian Global

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 14 Mei 2022 18:45 WIB
Ketum KADIN Arsjad Rasjid (ketiga kiri) dalam KTT ASEAN-AS di Washington DC, Sabtu (15/5). (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
KADIN Indonesia sebagai penyelenggara Business Forum B20, mengajak seluruh negara anggota G20 untuk ikut dalam dialog perumusan solusi pemulihan, dan penguatan ekonomi global.

Tidak hanya itu, Indonesia melalui B20 tahun ini, berkomitmen memerangi pandemi dan krisis ekonomi ini. Melalui hasil kerja yang konkret dan nyata. Lewat investasi dan proyek kerja sama lainnya di bidang transisi energi, infrastruktur kesehatan, digital dan inklusif ekonomi.

Arsjad mengatakan, KADIN Indonesia juga menyambut baik adanya Indo-Pacific Agreement, untuk menjalin kedekatan antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).

Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan, Sharp Indonesia Bangun Ekosistem Bisnis Pertanian

Meski belum ada keterangan secara pasti terkait isi persetujuan tersebut, Indonesia harus mempersiapkan segala kemungkinan. Serta memanfaatkannya sebagai kerja sama dalam menunjang pembangunan ekonomi. Terutama, untuk perluasan akses pasar, peningkatan perdagangan dan investasi.

Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dengan populasi 1/3 dari total populasi ASEAN, Indonesia memiliki peluang yang besar untuk menjadi katalisator pemulihan ekonomi global. Terutama, dalam memajukan negara-negara berkembang, di tengah krisis global yang sedang dihadapi dunia.

KTT ASEAN – AS menghasilkan sinergi yang baik antara Indonesia dan AS. Ini terlihat setidaknya, dari pembicaraan yang dibahas dalam KTT ASEAN - AS.

Baca juga : Berkunjung Ke Jakarta, Wamenlu Norwegia Bertemu Trenggono Sampai Hadiri Pertemuan ASEAN-Norway

Banyak perusahaan besar maupun UMKM AS yang tertarik, serta berkomitmen untuk melakukan ekspansi dan realisasi bisnis di Indonesia.

AS juga memberikan berkomitmen senilai 150 juta dolar AS untuk pengembangan di ASEAN.

"Transisi energi, kesehatan dan ekonomi digital juga banyak didiskusikan. Bagaimana dengan transfer teknologi yang dilakukan? Sudah ada beberapa perusahaan yang sudah masuk, dan akan masuk untuk membangun data senter, dan sebagainya?" papar Arsjad.

Baca juga : Jerman-Indonesia Pererat Kolaborasi Atasi Masalah Perubahan Iklim

"Minat investasi juga dibicarakan di sektor pertambangan yang ada di Indonesia, misalnya nikel. Kemudian, investasi di industri obat-obatan hingga baterai,” pungkasnya. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense