RM.id Rakyat Merdeka - Pengembangan vaksin Covid-19 besutan PT Bio Farma (Persero) terus mengalami perkembangan positif. Kini, prosesnya sudah masuk uji klinis fase tiga. Capaian ini menunjukkan bahwa sebenarnya Indonesia mampu membuat vaksin sendiri.
Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menyambut positif bila vaksin Covid-19 benar-benar bisa diproduksi sendiri di dalam negeri. Karena sejak pandemi, Indonesia sangat bergantung kepada negara lain dalam memenuhi kebutuhan vaksin tersebut. Apalagi, sambung Trubus, vaksin yang didatangkan dari negara lain kerap menimbulkan pro-kontra terkait kehalalannya mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar.
“Kalau sudah fase tiga dan lolos uji klinis, tentu hal ini patut diapresiasi. Artinya, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kita mampu. Kita bisa punya vaksin sendiri. Bahkan, kalau bisa kita mengekspornya nanti,” ujar Trubus kemarin kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Erick: BUMN Siap Produksi Massal Vaksin Covid
Menurut Trubus, Bio Farma memiliki rekam jejak yang baik dalam industri farmasi atau kesehatan. Sehingga ia meyakini perseroan mampu bersaing dengan negara lain yang selama ini juga memproduksi vaksin.
Meski saat ini mulai memasuki masa endemi, ia menilai vaksin Covid-19 masih tetap dibutuhkan ke depannya.
“Semoga dukungan yang sama juga diberikan kepada anak bangsa lain yang mengembangkan vaksin. Sehingga nantinya akan berujung pada kemandirian di industri kesehatan,” ucapnya.
Baca juga : Status Endemi Bukan Tujuan Akhir Covid-19
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, terjadinya pandemi memberi banyak pelajaran berharga. Terutama ketika di awal pandemi, terjadi krisis pengadaan vaksin.
Ia menilai, Indonesia harus merefleksikan kembali kekuatannya di sektor kesehatan dan bioteknologi. Karena hal ini merupakan isu multi dimensi, yang juga berpengaruh pada ketahanan nasional.
“Inilah pentingnya membangun kedaulatan kesehatan di Indonesia. Jangan sampai nasib ketahanan kesehatan kita bergantung pada bangsa lain. Kita tidak ingin menjadi fakir dalam sains dan teknologi kesehatan modern,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (9/6).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.