BREAKING NEWS
 

Induk Perusahaan FPNI Ekspansi Bisnis Material Baterai, Kerja Sama Dengan Elon Musk?

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 19 Juni 2022 09:46 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Lotte Chemical Titan Nusantara (FPNI) sepakat untuk mendirikan perusahaan di Amerika Serikat (AS) pada paruh pertama tahun 2022.

Hal ini dilakukan untuk mengatur bisnis bahan baterai mereka. Langkah Lotte Chemical juga bertujuan untuk mengumpulkan 50 triliun won atau setara dengan Rp 574 triliun dalam penjualan tahun 2030 mendatang. Caranya, dengan meningkatkan proporsi bisnis khusus dan ramah lingkungan yang bernilai tambah tinggi.

Perusahaan meluncurkan visi dan strategi pertumbuhannya untuk tahun 2030 pada konferensi pers di Lotte World Tower di Songpa-gu, Seoul pada 19 Mei 2022 lalu.

Baca juga : Terima Kunjungan Presiden Jerman, UGM Mantapkan Kerja Sama Pendidikan

"Lotte Chemical berencana untuk menginvestasikan 4 triliun won atau setara dengan Rp 45,9 triliun di sektor bahan baterai pada tahun 2030 demi menghasilkan penjualan 5 triliun won atau Rp 57,4 triliun," dikutip dari keterangan resmi Lotte Chemical, Sabtu (18/6).

Adsense

Secara khusus, perusahaan berencana untuk merambah pasar AS yang belakangan ini berkembang pesat berkat peningkatan permintaan kendaraan listrik dan perluasan investasi produsen baterai.

Selain itu, mengingat adanya permintaan dari produsen baterai lokal, pendirian pabrik bahan elektrolit atau foil katoda juga sedang dipertimbangkan.

Baca juga : Temui Kepala BP2MI, Perusahaan Malaysia Ajak Perkuat Kerja Sama Penempatan PMI

Kemudian, Lotte Chemical juga berencana mempromosikan bisnis terkait baterai generasi berikutnya. Seperti bahan anoda logam lithium dan elektroda cair vanadium.

Menurut Lotte Chemical, pasar hidrogen diperkirakan akan mencapai 5,8 juta ton di Korea dan 98 juta ton di pasar global pada tahun 2030. Permintaannya diperkirakan akan mencapai 3,5 juta ton untuk pembangkit listrik berbahan bakar sel dan amonia.

Lotte Chemical juga berencana memasok 600 ribu ton dari 1,2 juta ton untuk pembangkit listrik, 450 ribu ton untuk sel bahan bakar dan turbin gas hidrogen dan 150 ribu ton untuk transportasi.

Baca juga : Basuki Pantau Koordinasi Bina Marga Dalam Pekerjaan Tol Cisumdawu

Lotte Chemical mengambil ancang-ancang memproduksi 600 ribu ton hidrogen bersih untuk pembangkit listrik di luar negeri dan mengubahnya menjadi amonia sebelum membawanya ke Korea. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense