BREAKING NEWS
 

800 Petani Kalteng Ikuti Program Bertani Tanpa Bakar Dan Tanpa Kimia

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 2 Juli 2022 14:33 WIB
Foto: Ist.

 Sebelumnya 
Sekolah Tani Agroekologi adalah salah satu wujud dari kerjasama tersebut. Melalui program ini, mereka bersama para mitra dan warga bahu membahu untuk memberikan solusi bagi para petani untuk dapat terus mempertahankan dan meningkatkan penghasilannya melalui cocok tanam, sambil memastikan bahwa ekosistem hutan tetap terjaga.

Dalam program ini, petani diberi pelatihan mengenai cara bertani yang berkelanjutan, dan mendapat akses ke pendanaan mikro yang disiapkan oleh RMU.

Seperti diketahui, pembukaan lahan yang sering dilakukan selama ini, yakni dengan metode slash and burn (babat dan bakar), berisiko besar terhadap terjadinya kebakaran hutan yang lebih luas.

Baca juga : Jokowi Puji Megawati: Auranya Cantik Dan Sangat Karismatik

Selain itu, lahan yang dibuka dengan cara dibakar atau dengan menggunakan bahan kimia tanpa kendali akan kehilangan kesuburannya dalam jangka panjang, sehingga tidak akan efektif lagi untuk kegiatan cocok tanam, sehingga petani terpaksa membuka lahan baru.

Dengan cara bertani tanpa bakar dan tanpa kimia, hal ini dapat diatasi. Lahan yang dibuka serta dikelola secara ramah lingkungan memang tidak memberikan hasil yang instan, namun akan dapat terus digarap dan memberikan hasil yang berkelanjutan.

Sehingga dalam jangka panjang akan lebih menguntungkan bagi petani. "Petani tidak perlu membuka lahan baru , dan ekosistemnya pun akan tetap terproteksi,” kata Taryono.

Baca juga : Jangkauan Pasar Petani Bantaeng Semakin Luas Berkat Jalan Usaha Tani

Bagi petani, ungkap Taryono, mengubah cara bertani yang sudah lama diterapkan menjadi cara bertani yang lebih ramah lingkungan memang bukan hal yang mudah.

Dibutuhkan pendekatan dan proses menyeluruh untuk membangun pemahaman bahwa cara bertani TBTK adalah yang paling aman untuk keberlanjutan mata pencaharian petani dan keberlanjutan ekosistem.

“Kami sangat mengapresiasi para petani di sekitar Sungai Mentaya dan Katingan yang telah mempraktekkan cara bertani TBTK," katanya.

Baca juga : Nerrazurri Bakal Lepas Tiga Pilar

Tercatat, saat ini sudah sekitar 800 petani yang ikut serta. Keuntungan yang berhasil diraup para petani dari hasil panen adalah bukti nyata bahwa cara ini dapat membuahkan hasil yang memuaskan.

"Harapan kami, ke depannya akan semakin banyak petani yang mempraktekkan TBTK, dan kami berkomitmen untuk terus bekerja bersama mitra kami dan masyarakat," pungkasnya.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense