Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tembakau Punya Potensi Ekonomi Sangat Besar, Tapi Belum Maksimal Dimanfaatkan

Senin, 6 Juni 2022 22:57 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tembakau sebagai salah satu komoditas pertanian memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Namun sayang, edukasi dan sosialisasi pemanfaatan tembakau memang belum masif.

Padahal secara ilmiah, tak sedikit jurnal yang telah membuktikan bahwa tanaman tembakau punya komponen ilmiah yang sangat bermanfaat bagi lingkungan.

Sekjen Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Hananto Wibisono mengatakan, selama ini persepsi dan stigma negatif terhadap tanaman tembakau begitu kental.

"Seolah-olah semua masalah di muka bumi ini disebabkan tembakau. Belum lagi ratusan regulasi regional dan nasional yang belum berimbang dan kurang adil terhadap tembakau itu sendiri. Ini yang perlu kita ubah," katanya, dalam diskusi bertajuk 'Tembakau: Dari Daun hingga Limbah yang Bermanfaat', dikutip Senin (6/6).

Berita Terkait : Pengamat: Chemistry Surya Paloh Dan Prabowo Sudah Sangat Cair, Koalisi Bukan Hal Yang Mustahil

Dosen Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prima Gandi menilai, tak sedikit penelitian yang mempublikasikan manfaat ilmiah pemanfaatan tembakau. Mulai dari limbah tembakau (granul ekstrak tembakau) terhadap larva aedes aegypti, limbah batang tembakau yang bisa menjadi bahan pupuk organik, pewarna alami biotik, bio briket, bio diesel (energi alternatif), hingga pestisida.

"Ini bukti bahwa tembakau memiliki potensi ekonomi dan dapat membantu proses pertanian yang ramah lingkungan. Sudah saatnya kita bersama pemerintah fokus mengembangkan hal ini. Kita bisa menerapkan circular economy," tuturnya.

Seluruh bukti ilmiah tersebut, kata Prima, dapat diakses secara gratis. Ia mengajak generasi muda untuk tidak terjebak pada polemik dan stigma negatif terhadap tembakau.

"Indonesia sangat welcome terhadap investor. Mengapa pemerintah tidak membantu memberikan kesempatan investasi agar potensi ini menjadi nilai ekonomi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas, dimulai dari daerah yang merupakan sentra pertanian tembakau, " ujarnya.

Berita Terkait : Makan Konate Siap Tampil Maksimal Di Bawah Asuhan Thomas Doll

Untuk diketahui, di musim kemarau ini, para petani sudah mulai menanam tembakau. Tembakau adalah tanaman semusim.

Di mana ketika petani tak bisa mengandalkan tanaman palawija yang membutuhkan sumber air banyak, mereka memilih tembakau yang jelas membuat mereka mandiri secara ekonomi.

Limbah produk tembakau, seperti puntung rokok, ternyata bisa diolah menjadi varian produk yang estetik dan bermanfaat. Produk tersebut terdiri dari beberapa barang mulai dari jam tangan hingga frame kacamata.

Seperti yang dilakukan oleh Ronny Rahardian, salah satu penggerak dari gerakan Kick Your Butt, yang menemukan formula tepat guna, yang mampu mengubah limbah puntung rokok menjadi salah satu produk yang berguna.

Berita Terkait : Tekanan Ekonomi Global Meningkat, BI Tahan Repo Rate Di Level 3,50 Persen

"Kami menyediakan metode khusus untuk mengumpulkan puntung rokok, namanya butt collector. Hingga kini, kami terus melakukan riset dalam pengembangan limbah produk tembakau menjadi produk yang ramah lingkungan dan bisa digunakan dalam keseharian," jelasnya.

 

Meskipun akan meluncurkan beberapa produk yang berasal dari limbah puntung rokok pada 2022, produk tersebut tidak akan diperjualbelikan.

Rony menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk membuat suatu sistem, sehingga masyarakat akan memiliki kesadaran tersendiri untuk dapat mengolah limbah.

"Kami ingin membuat sebuah circular economy, circular design ataupun circular sustainability. Mungkin bagi orang lain, puntung rokok itu limbah, tapi bagi kami di Kick Your Butt, puntung rokok adalah emas," tegasnya. ■