BREAKING NEWS
 

Gelar Program Terbang Hemat

BNI, Garuda Dan Lion Group Sinergi Tekan Harga Tiket

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 27 Agustus 2022 07:30 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) berbincang dengan Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kedua kiri), Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (kedua kanan), Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (kiri), dan pemilik Lion Air Group Rusdi Kirana (kanan) saat Peluncuran Program Terbang Hemat Bersama Kartu BNI 2022 di Jakarta, Kamis (25/8/2022). Program tersebut menjadi salah satu kontribusi paling awal yang diberikan perbankan nasional terhadap instruksi Presiden Joko Widodo terkait normalisasi tarif tiket pesawat terbang. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp).

 Sebelumnya 
Sebab, kata Darmaningtyas, dengan banyaknya program yang diberikan pelaku industri akan semakin mendongkrak supply and demand yang cukup. Apalagi jika diiming-imingi potongan harga, maka permintaan biasanya akan meningkat.

Ia menyoroti soal harga avtur dan landing fee yang tinggi, yang berkontribusi pada kenaikan harga tiket. Menurutnya, jika harga tiket ingin diturunkan, ia menyarankan perbanyak maskapai dan pemain. Sehingga muncul persaingan yang sehat.

Baca juga : BNI, Garuda, Dan Lion Ramai-ramai Tekan Harga Tiket Pesawat

“Saat ini dengan terbatasnya jumlah maskapai, otomatis persaingan tidak sehat, harga bisa dikendalikan oleh salah satu pihak saja,” kata dia.

Untuk itu, Darmaningtyas menegaskan, sudah menjadi tugas Kementerian BUMN untuk menyehatkan kembali Garuda agar menjadi maskapai nasional yang andal. Dan, statusnya sebagai BUMN, maka harga tiket Garuda sudah sewajarnya dapat dikendalikan oleh regulator.

Baca juga : HUT Ke-60, TVRI Gelar Pertunjukan Seni Budaya dan Pekan Olahraga

Sementara Pengamat Bisnis Penerbangan Gatot Raharjo meminta kepada Pemerintah, untuk lebih tegas mengenai harga tiket pesawat oleh maskapai penerbangan. Baik itu BUMN maupun swasta.

Menurut Gatot, harga tiket penerbangan sekarang cukup mempengaruhi pergerakan masyarakat, sehingga berdampak ke perekonomian nasional. Apalagi harga tiket pesawatselalu menjadi salah satu penyebab inflasi.

Baca juga : Pernah Menang, Bima Minta Garuda Muda Tak Remehkan Vietnam

“Karena tugas Pemerintah itu mengatur, mengawasi dan mengendalikan, termasuk dalam bisnis penerbangan,” tuturnya.

Gatot bilang, Pemerintah harus berposisi sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di industri penerbangan. Pemerintah selaku pembuat aturan berhak menentukan tarif pesawat hingga mengatur modal dan kepemilikan maskapai. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense