Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gelar Program Terbang Hemat
BNI, Garuda Dan Lion Group Sinergi Tekan Harga Tiket
Sabtu, 27 Agustus 2022 07:30 WIB
Sebelumnya
Sebab, kata Darmaningtyas, dengan banyaknya program yang diberikan pelaku industri akan semakin mendongkrak supply and demand yang cukup. Apalagi jika diiming-imingi potongan harga, maka permintaan biasanya akan meningkat.
Ia menyoroti soal harga avtur dan landing fee yang tinggi, yang berkontribusi pada kenaikan harga tiket. Menurutnya, jika harga tiket ingin diturunkan, ia menyarankan perbanyak maskapai dan pemain. Sehingga muncul persaingan yang sehat.
Baca juga : BNI, Garuda, Dan Lion Ramai-ramai Tekan Harga Tiket Pesawat
“Saat ini dengan terbatasnya jumlah maskapai, otomatis persaingan tidak sehat, harga bisa dikendalikan oleh salah satu pihak saja,” kata dia.
Untuk itu, Darmaningtyas menegaskan, sudah menjadi tugas Kementerian BUMN untuk menyehatkan kembali Garuda agar menjadi maskapai nasional yang andal. Dan, statusnya sebagai BUMN, maka harga tiket Garuda sudah sewajarnya dapat dikendalikan oleh regulator.
Baca juga : HUT Ke-60, TVRI Gelar Pertunjukan Seni Budaya dan Pekan Olahraga
Sementara Pengamat Bisnis Penerbangan Gatot Raharjo meminta kepada Pemerintah, untuk lebih tegas mengenai harga tiket pesawat oleh maskapai penerbangan. Baik itu BUMN maupun swasta.
Menurut Gatot, harga tiket penerbangan sekarang cukup mempengaruhi pergerakan masyarakat, sehingga berdampak ke perekonomian nasional. Apalagi harga tiket pesawatselalu menjadi salah satu penyebab inflasi.
Baca juga : Pernah Menang, Bima Minta Garuda Muda Tak Remehkan Vietnam
“Karena tugas Pemerintah itu mengatur, mengawasi dan mengendalikan, termasuk dalam bisnis penerbangan,” tuturnya.
Gatot bilang, Pemerintah harus berposisi sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di industri penerbangan. Pemerintah selaku pembuat aturan berhak menentukan tarif pesawat hingga mengatur modal dan kepemilikan maskapai. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya