BREAKING NEWS
 

Operasikan Blast Furnace Complex, Krakatau Steel Gandeng Produsen Baja Terbesar China

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 29 September 2022 11:36 WIB
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk akan melakukan reaktivasi Blast Furnace Complex, menyusul ditetapkannya Baowu Group Zhongnan Co. Ltd. sebagai mitra strategis Krakatau Steel, dalam pengoperasian fasilitas Blast Furnace yang beberapa tahun tidak dioperasikan.

“Setelah melewati berbagai tahap seleksi beauty contest yang dilakukan bersama konsultan independen ternama, Baowu Group Zhongnan Co. Ltd. Mereka terpilih dari 3 perusahaan, yang tertarik untuk mengerjakan reaktivasi dan Blast Furnace Complex Krakatau Steel,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim.

Baowu Group adalah perusahaan baja BUMN milik China, yang merupakan perusahaan baja terbesar peringkat satu di dunia, dengan total kapasitas produksi sebesar 120 juta ton per tahun di 2021 (World Steel Association, 2021).

Silmy mengatakan, Zhongnan Co. Ltd. dengan dukungan yang dimiliki oleh Baowu Group sebagai perusahaan ternama, termasuk di dalamnya memiliki kemampuan pendanaan, sumber daya manusia, teknologi, serta akses supply chain, memantapkan manajemen untuk mengikatkan kerja sama.

Baca juga : BSU Siap Disalurkan Pekan Ini, Kemenaker Gandeng Pos Indonesia

Blast Furnace Complex seluas total 74 hektare, yang dibangun pada 2012 dan selesai pada 2019, merupakan investasi yang sudah dilakukan Krakatau Steel.

Sejak itu, pabrik Blast Furnace dihentikan sementara pengoperasiannya, karena dinilai tidak efisien.

Kerja sama reaktivasi ini merupakan salah satu upaya dan solusi dari manajemen, agar fasilitas yang selama ini tidak terpakai, dapat memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan.

Adsense

“Rencananya, kerja sama Krakatau Steel dan Baowu Zhongnan Co. Ltd. akan dimulai pada akhir Desember mendatang,” tutur Silmy.

Baca juga : Resmikan Dua Gereja Di Jakarta Utara, Anies Singgung Persatuan Dan Toleransi Beragama

Reaktivasi ini direncanakan akan dilakukan dalam tiga tahap. Dalam Tahap 1, akan dilakukan pembaruan pada Wire Rod Mill. Sehingga, dapat memproduksi Wire Rod hingga 600 ribu ton per tahun.

Tahap 2, yang dilakukan secara paralel dengan Tahap 1, dimulai dari reaktivasi pada Blast Furnace Complex, dengan mengoptimalkan penggunaan energi. Melalui pembangunan Basic Ocxygen Furnace (BOF) baru dan fasilitas pengecoran billet, yang dapat menghasilkan billet dengan total 1,5 juta ton per tahun.

Pada Tahap 3, akan dibuat jalur produksi baja berupa Blast Furnace Complex baru, yang akan menghasilkan billet sebanyak 2,2 juta ton per tahun.

Silmy meyakini, reaktivasi ini akan mendukung ketersediaan bahan baku untuk produksi Krakatau Steel. Sehingga, biaya operasional menjadi semakin kompetitif.

Baca juga : Meriahkan Festival Ikan Tuna Gorontalo, Gobel Undang Raja Tuna Jepang Kyoshi Kimura

Di samping itu, produksi pabrik juga dapat meningkat.  Sehingga, produksi baja hulu Krakatau Steel dapat dimaksimalkan.

“Dengan reaktivasi kedua pabrik ini, kami dapat memaksimalkan produksi baja hulu Krakatau Steel dan turunannya. Sehingga, kami akan mampu mensubstitusi produk-produk baja long product, yang selama ini dipenuhi melalui impor," papar Silmy.

Menurutnya, ini adalah salah satu bentuk kontribusi dalam memaksimalkan utilisasi produk baja domestik, untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense