RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat 0,27 persen ke level Rp 15.283 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding perdagangan kemarin di level Rp 15.303 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS bervariasi. Won Korea Selatan melesat 0,40 persen, dolar Taiwan yang menanjak 0,18 persen, peso Filipina naik 0,08 persen, ringgit Malaysia melonjak 0,01 persen, dolar Hong Kong naik tipis ke level 0,001 persen, baht Thailand minus 0,41 persen, yen Jepang turun 0,18 persen dan dolar Singapura melemah tipis 0,03 persen.
Baca juga : Pasar Khawatir Ancaman Inflasi Global, Rupiah Lemes Lagi
Indeks dolar AS terhadap mata uang utama lainnya, turun 0,33 persen menjadi 111,74. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,13 persen ke level Rp 15.021, terhadap poundsterling Inggris menguat 0,03 persen ke level Rp 17.281, dan terhadap dolar Australia menguat 0,08 persen ke level Rp 9.943.
Analis keuangan, Lukman Leong melihat, nilai tukar rupiah bakal bergerak menguat di perdagangan pagi ini, berkat ditopang oleh turunnya imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS).
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Kembali Menguat
"Mata uang Garuda diperkirakan menguat karena dolar AS nya melemah, ditambah dengan turunnya imbal hasil obligasi AS oleh data manufaktur ISM AS yang sangat buruk," jelas Lukman di Jakarta, Selasa (4/10).
Ia menilai, kondisis tersebut dinilai memicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang tidak akan seagresif sebelumnya. Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah sepanjang hari ini akan bergerak di rentang Rp 15.200 per dolar AS-Rp 15.300 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.