Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pasar Khawatir Ancaman Inflasi Global, Rupiah Lemes Lagi

Senin, 3 Oktober 2022 09:48 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,2 persen ke level Rp 15.258 per dolar AS dibanding perdagangan Jumat (30/9) di level Rp 15.227 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang minus  0,03 persen, baht Thailand naik 0,01 persen, peso Filipina turun 0,18 persen, won Korea Selatan melemah 0,51 persen, yuan China menguat 0,13 persen dan dolar Singapura juga melesat 0,19 persen.

Berita Terkait : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Kembali Menguat

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, pergerakan indeks saham Asia pagi ini terlihat menurun. Ini mengindikasikan sentimen pasar terhadap aset berisiko terlihat negatif dan mungkin bisa menahan penguatan rupiah yang terjadi pada perdagangan di Jumat kemarin.

“Sentimen negatif terhadap aset berisiko mungkin karena kekhawatiran pasar terhadap kenaikan inflasi global, yang bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi global,” ujarnya, Senin (3/10).

Berita Terkait : Waspadai The Fed, Rupiah Ambles Pagi Ini

Selain itu, dolar AS terlihat masih dalam konsolidasi. Pasar terlihat sedikit teralihkan dari isu The Fed ke isu perlambatan ekonomi global, di mana perekonomian AS juga mendapatkan tekanan dari kenaikan inflasi.

“Hal tersebut membantu penguatan nilai tukar lainnya terhadap dolar AS untuk sementara,” terangnya.

Berita Terkait : Basarah Prihatin Kekerasan Berulang Di Dunia Pendidikan

Dari dalam negeri, data tingkat inflasi bulan September bisa memperlemah rupiah bila nilainya lebih tinggi dari sebelumnya masuk ke angka 5 persen yoy. “Tingkat inflasi yang terus meninggi bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi, karena masyarakat menunda atau menahan konsumsi,” kata Ariston.

Ia memproyeksi, pergerakan nilai tukar rupiah berpotensi terjadi pelemahan ke arah 15.300 sementara penguatan ke arah 15.200 sepanjang hari ini.