RM.id Rakyat Merdeka - Jelang akhir pekan, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,05 persen ke level Rp 15.580 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 15.572 per dolar AS.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Baht Thailand minus 0,36 persen, won Korea Selatan turun 0,18 persen, yen Jepang minus 0,03 persen, dolar Singapura minus 0,13 persen, peso Filipina naik 0,02 persen, rupee India melesat 0,32 persen, dan yuan China menguat 0,2 persen.
Baca juga : Hasil Liga Inggris: Chelsea Imbang, Duo Merah Menang
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya naik tipis ke level 113,02, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 112,85. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,05 persen ke level Rp 15.223, terhadap poundsterling Inggris 0,13 persen ke level Rp 17.456, dan terhadap dolar Australia stagnan di level Rp 9.773.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi melihat, rupiah diproyeksi bakal melemah sepanjang hari ini. Hal ini lantaran , indeks dolar AS masih tinggi terhadap mata uang negara lain.
Baca juga : Dolar Menguat Lagi, Rupiah Kembali Merana
“Penguatan indeks dolar terjadi karena imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) naik menjadi 4,154 persen,” ujarnya dalam riset, Jumat (21/10).
Menurutnya, dolar AS menjulang di atas mata uang utama pada Kamis karena imbal hasil treasury AS 10 tahun naik menjadi 4,154 persen. Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 15.550 hingga Rp 15.600 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.