Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pasca Kenaikan Bunga Acuan BI, Rupiah Masih Kurang Tenaga

Jumat, 23 September 2022 09:43 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini, nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis 0,05 persen ke level Rp 15.028 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 15.023 per dolar AS.

Namun mayoritas mata uang di kawasan Asia justru menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang melonjak 0,25 persen, baht Thailand naik 0,18 persen, peso Filipina menguat 0,25 persen, won Korea Selatan melesat 0,36 persen. Sedangkan yuan China minus 0,12 persen dan dolar Singapura turun 0,01 persen.

Berita Terkait : Kerek Lagi Suku Bunga Acuan, BI Jaga Rupiah

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya naik 0,64 persen menjadi ke level 111,35. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,01 persen ke level Rp 14.772, terhadap poundsterling Inggris stagnan di level Rp 16.904, dan terhadap dolar Australia menguat 0,02 persen ke level Rp 9.973.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra mengatakan, m nilai tukar rupiah bisa menguat ke bawah Rp 15.000 pasca BI menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin kemarin. "Rupiah versus dolar AS masih berfluktuasi di sekira Rp 15.000. Jadi, potensi bergerak di bawah Rp 15.000 itu masih terbuka," katanya di Jakarta, Jumat (23/9).

Berita Terkait : Pj Gubernur Masuk Radar Partai Banteng

Ia melihat, penguatan mata uang Garuda masih tidak akan terlalu jauh karena masih ada beberapa risiko yang memperlemah rupiah. Terutama katanya, risiko seperti potensi pelambatan ekonomi dan kebijakan The Fed.

Kemudian kenaikan suku bunga BI dinilainya sebagai antisipasi terhadap kenaikan inflasi di Indonesia karena tingkat sudah melebihi target BI, yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. 

Berita Terkait : West Mall Grand Indonesia Tutup Sementara

“Kita tahu hal tersebut sebagai langkah antisipasi menghadapi kenaikan suku bunga acuan AS yang agresif, untuk menghindari capital outflow yang bisa memperlemah rupiah," jelasnya.

Lantas Ariston memproyeksi pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini berada di rentang Rp 14.980 per dolar AS hingga Rp 15.050 per dolar AS.