BREAKING NEWS
 

Permudah UMKM Beli Mesin Dalam Negeri, Menteri Teten Dukung Pembangunan IMC Kemenperin

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 5 Desember 2022 19:16 WIB
Menkop UKM Teten Masduki (ketiga kanan) dan Memperin (ketiga kiri) di acara ground breaking gedung IMC di Plered, Purwakarta, Senin (5/12). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mendukung langkah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang melakukan ground breaking pembangunan gedung Indonesia Manufacturing Center (IMC) di Plered, Purwakarta, Jawa Barat.

IMC tersebut, merupakan fasilitas pengembangan bagi industri manufaktur yang diinisiasi Kemenperin. Diharapkan pembangunan IMC tersebut tercipta mesin-mesin industri kualitas internasional dan memenuhi kebutuhan pabrikan dalam negeri.

"Gedung IMC ini menjadi fondasi yang sangat penting dalam mendorong, serta mendukung kebijakan substitusi impor yang diamanatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi)," ujar Teten Masduki yang hadir dalam ground breaking tersebut di Purwakarta, Senin (5/12).

Baca juga : Menteri Basuki Cek Pembangunan Hunian Korban Gempa Cianjur

Ia berharap, fasilitas IMC mampu mendorong produktivitas UMKM agar menjadi bagian dari industri.

UMKM kata Teten, harus mulai meningkatkan kualitas produknya yang berbasis teknologi, inovasi, dan kreativitas. Lebih dari itu, IMC yang digagas Kemenperin ini menjadi dukungan industri permesinan yang akan semakin murah. Sehingga UMKM mudah mengakses dan membeli permesinan, serta mampu meningkatkan kualitas produksi dan produktivitas mereka.

"Problem kita ini, jumlah UMKM-nya banyak sampai 99,9 persen tetapi produktivitas dan teknologinya rendah. Hadirnya pengembangan industri manufaktur lewat IMC, diharapkan akan ada lonjakan ekonomi yang luar biasa," harap Teten.

Baca juga : Bamsoet Tegaskan Pentingnya Membangun Wawasan Kebangsaan

Sementara dalam sambutannya, Menperin Agus Gumiwang mengatakan, dengan membangun pusat pengembangan permesinan di industri manufaktur, Indonesia bisa mengejar ketertinggalannya dengan negara lain.

Adsense

Karena diakui Agus, meski saat ini banyak industri yang memiliki TKDN tinggi sekitar 40-60 persen, namun masih banyak pula yang permesinan pabriknya justru diimpor.

"IMC menjadi upaya kami ke depan supaya pabrik-pabrik mandiri dalam hal permesinan," ujar Agus.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense