Sebelumnya
Menurut dia, pengembangan kendaraan listrik dan BBM nabati menjadi kombinasi sempurna dalam mengikis ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM.
Terkait hal ini, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, dalam menekan impor BBM, pihaknya bakal mengembangkan produk campuran bensin dengan metanol.
Baca juga : Kenaikan Harga Baru Rumah Subsidi Ditunggu Pengembang Nih..
Hal ini menyusul keberhasilan sebelumnya dengan produk biodiesel atau campuran BBM solar dan minyak nabati.
Dengan tantangan natural decline dari sumur minyak yang ada di Indonesia saat ini, sambung Nicke, telah memaksa negara harus mengimpor minyak mentah. Namun untuk memangkas impor ini, pihaknya telah menyiapkan sejumlah rencana.
Baca juga : Kementerian ESDM Ajak Mahasiswa Manfaatkan Energi Baru Terbarukan
Salah satu strategi memangkas impor bensin adalah dengan mencampurnya dengan metanol. Metanol bisa berasal dari batu bara, gas alam, maupun tebu, dan jagung.
“BBM campuran metanol ini akan dimulai dengan porsi 20 persen. Sehingga, 20 persen impor bensin bisa dipangkas,” jelasnya.
Baca juga : Wajar, Biar Subsidi Bisa Tepat Sasaran
Selain itu, Pertamina juga memanfaatkan CPO (Crude Palm Oil) sebagai campuran solar. Alhasil, Indonesia sudah tidak mengimpor solar sejak 2019. Diketahui, saat ini campuran CPO pada solar sudah mencapai 35 persen. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.