BREAKING NEWS
 

Penurunan Harga Pakaian Dan Transportasi Picu Deflasi Di Ibu Kota

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Senin, 5 Juni 2023 21:49 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Arlyana Abubakar. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Mei 2023, Jakarta dengan share 26,94 persen terhadap nasional tercatat deflasi 0,10 persen mtm setelah 4 (empat) bulan berturut-turut mengalami inflasi. Adapun secara tahunan, inflasi Jakarta juga kembali menurun menjadi sebesar 3,52 persen yoy, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,69 persen yoy dan lebih rendah dibandingkan inflasi nasional 4,00 persen yoy.

“Turunnya harga pada kelompok pakaian dan alas kaki serta kelompok transportasi serta menjadi faktor utama terjadinya deflasi pada Mei 2023,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Arlyana Abubakar dalam keterangan tertulis, Senin (5/6).

Baca juga : KPK Mangkir, Sidang Praperadilan Dadan Tri Yudianto Ditunda

Arlyana menjelaskan, dari sisi kelompok pakaian dan alas kaki, pada Mei 2023 mengalami deflasi 1,79 persen mtm, setelah pada bulan sebelumnya mencatat inflasi sebesar 1,00 persen mtm sehingga menyumbang 0,098 persen terhadap deflasi Jakarta. Deflasi pada kelompok tersebut terutama bersumber dari penurunan harga pada komoditas kerudung/jilbab dan jaket pria sejalan dengan normalisasi permintaan dan penyesuaian harga oleh produsen.

Adsense

“Kelompok transportasi, pada Mei 2023 juga mencatat deflasi 0,45 persen mtm, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,76 persen mtm sehingga memberikan andil 0,055 persen terhadap deflasi Jakarta,” ungkapnya.

Baca juga : Pemerintah Teken Tiga Kontrak Migas Dengan Total Investasi Rp 340 Miliar

Deflasi pada kelompok tersebut utamanya bersumber dari penurunan pada tarif angkutan udara seiring normalisasi permintaan pasca periode HBKN Idulfitri 2023. Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat inflasi 0,13 persen mtm dan menjadi penahan deflasi lebih dalam pada Mei 2023. Inflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh naiknya harga pada komoditas bawang merah dan bawang putih, yang masing-masing disebabkan oleh menurunnya pasokan seiring periode tanam dan kurangnya pasokan impor.     

Realisasi inflasi DKI Jakarta yang masih terkendali tersebut tidak terlepas dari hasil sinergi, kolaborasi serta koordinasi yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta, termasuk dalam rangka implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Selama Mei 2023, TPID Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi, antara lain:

Baca juga : Kemenkes Cek Makanan Dan Hunian Jemaah Haji Di Arab Saudi

Ke depan, sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia serta seluruh stakeholder terkait yang tergabung dalam TPID Jakarta akan terus diperkuat untuk memastikan strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif) dalam pengendalian inflasi dapat berjalan baik dan efektif, utamanya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Sesuai rencana, acara puncak GNPIP Jakarta  akan diluncurkan pada tanggal 18 Juni 2023, sebagai rangkaian kegiatan Jakarta Kreatif Festival dan HUT Jakarta ke 496. Ke depan, inflasi Jakarta semakin terkendali di sekitar sasaran yang telah ditetapkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense