BREAKING NEWS
 

Pembentukan SupportingCo Optimalkan Pemanfaatan Lahan PTPN Group

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Selasa, 4 Juli 2023 11:29 WIB
Panen sawit. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat pertanian sekaligus Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Ambo Ala mengatakan, pembentukan sub holding SupportingCo adalah terbosan besar dari PTPN Group.

PTPN Group akan menggabungkan delapan anak usaha, yaitu PTPN II, PTPN VII, PTPN VIII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV ke dalam PTPN I menjadi Sub Holding SupportingCo.

"SupportingCo akan menjadi Perusahaan Pengelola Aset Perkebunan Unggul, yang mencakup kegiatan pemanfaatan aset perkebunan melalui optimalisasi aset dan pengelolaan tanaman perkebunan," kata Prof. Ambo dalam keterangannya, Selasa (4/7).

SupportingCo juga akan menggarap diversifikasi usaha lain dengan memaksimalkan aset perusahaan, sehingga semua aset yang dimiliki mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan, seperti green business.

Baca juga : Dubes AS Untuk Indonesia Sung Kim Hadirkan Putri Ariani Ke Perayaan Hari Kemerdekaan AS

Prof. Ambo menambahkan, adanya perusahaan khusus pengelola aset, maka lahan-lahan PTPN yang selama ini belum termanfaatkan akibat kendala modal, akan bisa dioptimalkan untuk menopang kinerja PTPN Group.

Sebagai mantan Komisaris PTPN XIV selama 10 tahun, dia mencontohkan PTPN XIV memiliki sekitar 14 ribuan hektare lahan, tetapi dari total lahan itu, selama bertahun-tahun baru dimanfaatkan sekitar 40 persen.

"Satu hal yang sangat penting yang dapat diharapkan dari SuportingCo adalah optimalisasi lahan. Banyak sekali aset PTPN yang bisa dipergunakan dan ditingkatkan manfaatnya," tambahnya.

Adsense

Selain itu, jelasnya, SupportingCo diharapkan dapat juga mengatasi masalah permodalan yang selama ini menjadi kendala beberapa anak usaha PTPN Group untuk berkembang.

Baca juga : Dapat Bantuan Mesin Obras, Penyandang Disabilitas Didorong Lebih Produktif

Dia mengatakan, faktor penghambat utama, tidak dimaksimalkannya aset beberapa anak usaha PTPN Group selama ini adalah permodalan. Kemampuan modal anak usaha untuk menggarap lahan, juga berbeda-beda.

Dia mengemukakan, ada anak usaha PTPN Group yang tidak bisa memupuk secara teratur karena tidak ada dana. Ada yang tidak bisa menyiram tanaman, akhirnya produktivitas rendah.

Namun, dia menilai jika digabung, PTPN yang kuat akan bisa menopang yang lemah, sehingga secara rata-rata kinerja akan positif.

Dari sisi manajemen dan struktur organsiasi, jelasnya, penggabungan beberapa anak usaha PTPN dalam satu manajemen juga lebih efisien karena tidak dibutuhkan lagi pejabat-pejabat tinggi di setiap PTPN seperti saat ini.

Baca juga : Jamnas Ke-7 Persatuan Islam, Optimalkan Potensi Pelajar & Mahasiswa Persis

"Komisarisnya juga tidak perlu banyak-banyak lagi, jadi bisa lebih efisien dari pengeluaran," ujarnya.

Secara umum, Prof. Ambo memandang positif perombakan besar-besaran yang dilakukan terhadap PTPN Group, mulai dari perubahan organisasi hingga restrukturisasi hutang perusahaan.

Seperti diketahui, Holding Perkebunan Nusantara yang awalnya memiliki 13 anak perusahaan PTPN (PTPN I-XIV) direncanakan akan menjadi tiga Sub Holding yang mendukung ketahanan pangan. Pertama, SugarCo telah berdiri tahun 2021 yang akan merevitalisasi industri gula nasional dan meningkatkan produksi gula nasional.

Kedua, PalmCo untuk meningkatkan hilirisasi produk-produk kelapa sawit. Serta ketiga, SupportingCo yang akan menjadi pengelola aset perkebunan unggul.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense