RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali Kamis (6/7).
Ia didampingi Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmojo. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat perkembangan proyek KEK Sanur yang menjanjikan.
Acara dimulai dengan paparan tentang kemajuan proyek KEK Sanur yang disampaikan oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) dan PT Hotel Indonesia Natour.
Kemudian, dilanjutkan dengan peninjauan Bali International Hospital dan pengecekan ruangan percobaan hotel, Convention Center, Sentra UMKM Sanur, serta Ethnobotanical Garden.
Baca juga : PDIP Dan Demokrat Kini Rajin Saling Kirim Kabar
Erick mengapresiasi perkembangan KEK Sanur dan mengakui potensi besar yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara dalam mendukung kemajuan ekonomi Indonesia.
"Saya mengapresiasi perkembangan yang telah dilakukan serta ingin menekankan pentingnya kemitraan strategis dan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan entitas swasta untuk mempromosikan inovasi, transfer teknologi, dan penciptaan lapangan kerja dalam kawasan kesehatan pariwisata pertama di Indonesia ini," kata Erick.
Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), Dony Oskaria, dalam presentasinya menjelaskan perkembangan proyek KEK Sanur yang telah mengalami revitalisasi.
Mereka menawarkan perjalanan end to end yang mengintegrasikan layanan kesehatan dan pariwisata dengan berbagai fasilitas yang terdapat di dalam kawasan, dengan standar internasional.
Baca juga : BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Pasien Covid Sesuai Indikasi Medis
Menurutnya, pengembangan KEK Sanur merupakan langkah strategis dalam menciptakan nilai tambah bagi Indonesia.
Dengan KEK Sanur ini, Indonesia akan memiliki pusat layanan kesehatan kelas dunia dan akan menjadi magnet pariwisata baru melalui konsep medical & wellness tourism," ujar Dony Oskaria.
Dengan luas area 41,26 hektar, KEK Sanur akan menjadi pusat layanan kesehatan dan pariwisata berstandar internasional dengan fasilitas modern yang terintegrasi.
Kawasan ini akan memiliki berbagai akomodasi, mulai dari hotel bintang 4, bintang 5, hingga vila atau resor premium dengan total 1000 kamar.
Baca juga : Kembangkan Usaha Diaspora Di Hong Kong, BNI Dipuji Menteri Erick
Selain itu, terdapat juga fasilitas khusus untuk lansia, Ethnobotanical Garden, Convention Center bertaraf internasional yang mampu menampung hingga 5000 orang, area komersial, sentra UMKM, restoran, dan berbagai fasilitas lainnya yang didukung oleh teknologi terkini.
PT Hotel Indonesia Natour (HIN) sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Sanur terus berupaya menjadikan proyek ini sebagai akselerator peningkatan perekonomian Bali.
Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour Christine Hutabarat, menyampaikan komitmennya untuk terus melakukan inovasi dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengembangkan sektor-sektor strategis di KEK Sanur menjadi pusat kesehatan dan pariwisata kelas dunia atau "World Class Medical and Wellness Centre".
"Sehingga pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas terintegrasi dan teknologi terkini serta memberikan added value experience dan menarik minat penduduk Indonesia untuk mengalihkan perawatan medis yang sebelumnya dilakukan di luar negeri menjadi di Indonesia aja," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.