BREAKING NEWS
 

India Stop Ekspor Beras

Tenang, Stok Pangan Kita Masih Aman Kok

Reporter : IRMA YULIA
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 23 Juli 2023 07:20 WIB
Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita. (Foto: dok. Bulog)

 Sebelumnya 
Dihubungi terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Kelem­bagaan Bulog, Tomy Wijaya mengaku, pihaknya tidak khawatir India mau hentikan impor.

Untuk pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), lanjut­nya, pihaknya melakukan penyera­pan baik dalam maupun luar negeri.

“Sejauh ini masih aman,” ujar Tomy singkat kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Mardiono Bersama Rombongan PPP Kunjungan Ke IKN: Masa Depan Bangsa

Menurut Tomy, dalam meng­hadapi dampak dari El Nino, Pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap sebanyak-banyaknya hasil panen dalam negeri.

Pihaknya memang ditugaskan untuk mendatangkan beras dari luar negeri alias impor. Namun hal itu hanya untuk menjalankan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Adapun beras impor yang didatangkan mayoritas berasal dari Thailand dan Vietnam.

Baca juga : Pandawa Ganjar Lakukan Baksos Dan Serahkan Tempat Sampah Untuk Warga Di Makassar

Terpisah, Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita menjelas­kan, pihaknya terus mewaspadai EL Nino yang berdampak pada kekeringan lahan pertanian.

Adsense

Untuk itu dilakukan upaya mitigasi, seperti penjaminan penyediaan stok pangan, dengan menyerap beras secara massive.

Sebab, kerawanan pangan yang mungkin terjadi, dapat berpengaruh pada gejolak harga di tingkat konsumen.

Baca juga : Lawan Bhayangkara, Persija Masih Andalkan Pemain Lokal

Karena itu pihaknya menjamin, pasokan beras nasional yang terse­bar di seluruh gudang Bulog di In­donesia, berada pada jumlah aman.

“Masyarakat tidak perlu kha­watir, stok beras yang dikuasai Bulog saat ini ada sebanyak 750 ribu ton,” kata Febby melalui siaran pers, Kamis (20/7).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense