BREAKING NEWS
 

Kinerja Semester I-2023 Kinclong

Top, BNI Kantongi Laba Rp 10,3 Triliun

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 26 Juli 2023 07:20 WIB
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Royke Tumilaar (ketiga kanan), didampingi jajaran Direksi BNI, Wakil Direktur Utama Adi Sulistyowati (ketiga kiri), Direktur Finance Novita Widya Anggraini (kedua kanan), Direktur Risk Management BNI David Pirzada (kanan) dan Direktur Wholesale International Banking BNI Silvano Rumantir (kiri), foto bersama usai Press Conference Paparan Kinerja BNI Semester I-2023, di Jakarta, Selasa (25/7). (Foto: dok. BNI)

 Sebelumnya 
Ekspansi kredit juga ditopang oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 10,6 persen yoy menjadi Rp 765 triliun, sehingga membuat likuiditas menjadi lebih kuat dengan Loan To Deposits Ratio di posisi 85,1 persen.

Dari sisi permodalan, hingga Juni tahun 2023 CAR (Capital Adequacy Ratio) BNI berada pada level yang kuat sebesar 21,6 persen. Tentunya, hal terse­but merupakan hasil dari kinerja BNI yang terjaga.

“Sehingga memungkinkan penguatan modal dapat terus ter­jadi secara organik,” katanya.

Baca juga : Semester I, Investasi Industri Manufaktur Tembus Rp 270,3 Triliun

Sementara Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini me­maparkan, kinerja fungsi inter­mediasi perseroan didukung oleh segmen korporasi swasta Blue Chip pada pertengahan tahun ini, yang portofolionya mencapai Rp 239,3 triliun. Diikuti pula oleh segmen enterprise dengan por­tofolio Rp 52,1 triliun.

Adapun segmen konsumer mampu membukukan kinerja yang sangat baik di secured segmen seperti griya dan payroll loan dengan pertumbuhan men­capai 11,7 persen yoy menjadi Rp 116,4 triliun.

Kinerja kredit ini, didukung dengan loan yield yang baik dan kompetitif, sehingga BNI mampu terus memfasilitasi ke­butuhan ekspansi.

Baca juga : Semester I 2023, Kejagung Tangani Perkara Dengan Kerugian Negara Rp 152 Triliun

“Sekaligus akuisisi debitur baru sebagai basis pertumbuhan ke depan,” kata Novita.

Novita menuturkan, strategi pengelolaan kualitas aset yang di­siplin ini, berdampak positif pada perbaikan kualitas aset BNI.

Rasio kredit berisiko (Loan at Risk atau LAR) per Juni 2023 berada pada level 16,1 persen, atau membaik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 19,6 persen. LAR terdiri atas NPL, kredit pada kolektibilitas 2, dan kredit kolektibilitas lancar yang sedang direstrukturisasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense