RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia memastikan bakal membawa isu pertumbuhan ekonomi pada ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-43 ASEAN yang dijadwalkan pada 5-7 September 2023.
Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat meninjau kesiapan Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, sebagai venue utama KTT ASEAN, kemarin.
Baca juga : Cek Kesiapan JCC Gelar KTT ASEAN, Jokowi Kembali Maskeran
“Fokusnya ke pertumbuhan ekonomi. Kita mau ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi,” tegas Jokowi.
Pada pertemuan KTT nanti, eks Wali Kota Solo itu berharap, ASEAN tidak hanya berbicara tinggi-tinggi, tetapi betul-betul bisa bermanfaat untuk masyarakat.
Baca juga : ASEAN Ditargetkan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang ikut mendampingi Jokowi menambahkan, salah satu bentuk konkret dalam rangka memajukan ekonomi ASEAN, di KTT ASEAN nanti akan menghadirkan pertemuan ASEAN-Indo Pacific Forum yang dipimpin oleh ASEAN Business Council (ASEAN-BAC).
“Ini forum yang besar, baru sekali dilakukan oleh ASEAN. Tujuannya untuk menerjemahkan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific 2019 yang diinisiasi Indonesia,” ungkap Retno.
Baca juga : Ekonomi Digital Jadi Mesin Pertumbuhan
Retno mengatakan, ASEAN-Indo Pacific Forum nantinya akan dihadiri pemimpin negara hingga pemain bisnis besar se-Asia Tenggara. Kesepakatan bisnis antarnegara diharapkan bakal terjadi dalam forum ini.
Menurut Retno, selain pertemuan bilateral dengan negara-negara mitra, Jokowi dijadwalkan memimpin 12 KTT, yaitu sesi pleno, pertemuan informal, KTT ASEAN-China, KTT ASEAN-Korea Selatan dan KTT ASEAN-Jepang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.