RM.id Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menawarkan 35 proyek senilai Rp 335 triliun ke swasta dan investor asing. Hal ini bukti nyata perusahaan pelat merah tak melakukan monopoli.
Dalam sejumlah momen, Menteri BUMN Erick Thohir menerangkan bahwa penawaran tersebut untuk menepis anggapan bahwa BUMN sebagai menara gading. Istilah menara gading yakni BUMN diibaratkan selalu mendapat posisi enak dan menyenangkan untuk kalangannya sendiri.
Baca juga : Jokowi Tahu Dalamnya Parpol, Info Komplet Dari Intelijen
Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menilai positif penawaran tersebut. Selain menepis anggapan menara gading, penawaran proyek BUMN, terutama di sektor infrastruktur, mendukung penuntasan beberapa proyek yang sempat mandek dikerjakan BUMN Karya, yang saat ini disibukkan dengan masalah utang dan restrukturisasi.
Menurutnya, BUMN telah diinstruksikan untuk menggarap proyek-proyek dengan nilai di atas Rp 100 miliar. Dengan demikian, swasta diharapkan bisa ambil bagian untuk nilai proyek di bawah Rp 100 miliar. Namun sayangnya, imbuh Piter, proyek konstruksi dengan nilai di bawah Rp 100 miliar, masih dikuasai oleh anak usaha, cucu bahkan cicit BUMN.
Baca juga : Lindungi Dari Radikalisme, BNPT Gencarkan Desa Siapsiaga Dan Sekolah Damai
“Akhirnya, pengusaha nasional tidak dapat apa-apa-apa sehingga menimbulkan anggapan BUMN memonopoli pasar hingga disebut menara gading,” kata Piter kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Namun begitu, Piter mengakui, swasta kerap sulit bisa berperan karena terkendala biaya. Karena pembangunan infrastruktur butuh biaya besar.
Baca juga : Bidik Kawasan Sudirman CBD, Metropolis Land Hadirkan Proyek Aryaduta Suites
Padahal, sambung Piter, Pemerintah tidak mungkin secara terus-menurus mengandalkan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) untuk membiayai infrastruktur, sehingga perlu melibatkan pihak-pihak swasta untuk membantu pembiayaan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.