Dark/Light Mode

Bukti Tak Melakukan Monopoli

BUMN Tawarkan 35 Proyek Ke Swasta Dan Investor Asing

Minggu, 17 September 2023 07:20 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Antara)
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menawarkan 35 proyek senilai Rp 335 triliun ke swasta dan investor asing. Hal ini bukti nyata perusahaan pelat merah tak melakukan monopoli.

Dalam sejumlah momen, Men­teri BUMN Erick Thohir menerangkan bahwa penawaran tersebut untuk menepis anggapan bahwa BUMN sebagai menara gading. Is­tilah menara gading yakni BUMN diibaratkan selalu mendapat posisi enak dan menyenangkan untuk ka­langannya sendiri.

Baca juga : Jokowi Tahu Dalamnya Parpol, Info Komplet Dari Intelijen

Direktur Eksekutif Segara Re­search Institute Piter Abdullah menilai positif penawaran terse­but. Selain menepis anggapan menara gading, penawaran proyek BUMN, terutama di sektor infra­struktur, mendukung penuntasan beberapa proyek yang sempat mandek dikerjakan BUMN Karya, yang saat ini disibukkan dengan masalah utang dan restrukturisasi.

Menurutnya, BUMN telah diinstruksikan untuk mengga­rap proyek-proyek dengan nilai di atas Rp 100 miliar. Dengan demikian, swasta diharapkan bisa ambil bagian untuk nilai proyek di bawah Rp 100 miliar. Namun sayangnya, imbuh Piter, proyek konstruksi dengan nilai di bawah Rp 100 miliar, masih dikuasai oleh anak usaha, cucu bahkan cicit BUMN.

Baca juga : Lindungi Dari Radikalisme, BNPT Gencarkan Desa Siapsiaga Dan Sekolah Damai

“Akhirnya, pengusaha na­sional tidak dapat apa-apa-apa sehingga menimbulkan ang­gapan BUMN memonopoli pasar hingga disebut menara gading,” kata Piter kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Namun begitu, Piter me­ngakui, swasta kerap sulit bisa berperan karena terkendala biaya. Karena pembangunan infrastruktur butuh biaya besar.

Baca juga : Bidik Kawasan Sudirman CBD, Metropolis Land Hadirkan Proyek Aryaduta Suites

Padahal, sambung Piter, Peme­rintah tidak mungkin secara terus-menurus mengandalkan APBN (Anggaran Pendapatan dan Be­lanja Negara) untuk membiayai infrastruktur, sehingga perlu melibatkan pihak-pihak swasta untuk membantu pembiayaan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.