Sebelumnya
Perang di Timur Tengah, menurut Jokowi, sangat mengkhawatirkan banyak negara. Pasalnya, bila perang meluas dan melibatkan negara-negara Arab, harga minyak bisa melambung.
“Terakhir kali mengecek patokan harga minyak Brent masih di level 89 dolar AS per barel. Bukan tidak mungkin, bila perang meluas di Timur Tengah harga minyak melonjak ke level 150 dolar AS per barel,” ujarnya.
Baca juga : Kantong Pemotor Bisa Makin Bolong
Meski kondisi dunia masih penuh ketidakpastian, Jokowi menilai depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi belakangan ini masih aman.
“Kalau melihat pelemahan ekonomi global, kita juga masih bersyukur growth kita masih di atas 5 persen. Kemudian, kalau kita lihat persentase depresiasi mata uang kita juga masih aman. Aman untuk sektor riil, aman untuk sektor keuangan dan aman untuk inflasi,” kata Jokowi.
Baca juga : Peluang dan Tantang AI di Dunia HR Perusahaan
Seperti diketahui, rupiah sempat melemah hingga Rp 15.930 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (23/10/2023). Pada Selasa (24/10/2023), rupiah menguat ke level Rp 15.847 per dolar AS.
Jokowi mengaku sudah menerima laporan terkait perkembangan situasi perekonomian terkini dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Terdiri dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan Purbaya Yudhi Sadewa.
Baca juga : Airlangga: Perusahaan Teknologi Jangan Cuma Jualan, Tapi Juga Berkantor di RI
“Selain kurs rupiah yang masih terkendali untuk sektor riil dan keuangan, pertumbuhan kredit perbankan juga masih pada level 8,69 persen. Ini angka yang cukup baik,” kata Jokowi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.