Sebelumnya
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, meski kinerja ekonomi Indonesia masih cukup bagus di tengah ketidakpastian kondisi global, namun Pemerintah harus tetap waspada. Pasalnya, Indonesia saat ini masih terlalu mengandalkan naik turunnya harga komoditas.
“Jika harga komoditas ke depan terus turun, sulit bagi Indonesia mengejar pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen,” kata Bhima kepada Rakyat Merdeka, Selasa (23/10/2023).
Selain itu, lanjut Bhima, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga belum berbasis pada penguatan struktur industri pengolahan. Ini menyebabkan porsi industri manufaktur terus menurun.
Baca juga : Kantong Pemotor Bisa Makin Bolong
Terkait pelemahan nilai tukar rupiah, Bhima mengatakan, Pemerintah harus melakukan mitigasi agar rupiah tidak anjlok sampai di atas Rp 16.000 per dolar AS.
Kalau sudah di atas Rp 16.000 per dolar AS, harga pangan pasti ikut naik tinggi. Karena sebagian besar pangan Indonesia dari impor. Mulai dari beras, jagung, gula hingga bawang putih.
“Apalagi sebelum rupiah melemah, harga komoditas-komoditas itu sudah tinggi,” kata Bhima.
Baca juga : Peluang dan Tantang AI di Dunia HR Perusahaan
Efek negatif lainnya, bahan baku semua sektor industri yang masih mengandalkan impor pastinya juga ikut melonjak, khususnya elektronik dan otomotif.
Namun yang paling mengkhawatirkan, kata dia, kalau pelemahan rupiah sampai mempengaruhi harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Bhima bilang, jika Pemerintah terpaksa menaikkan harga jual BBM bersubsidi karena dolar terus menguat, dipastikan daya beli masyarakat akan semakin menurun. Hal itu bisa membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melemah.
Baca juga : Airlangga: Perusahaan Teknologi Jangan Cuma Jualan, Tapi Juga Berkantor di RI
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 25/10/2023 dengan judul Jokowi Bilang, Kondisi RI Aman Terkendali, Tantangan Ekonomi Dunia Makin Ruwet
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.