BREAKING NEWS
 

Raup Pendapatan Usaha Konsolidasi Rp 46,7 T

Top, Pemulihan Kinerja Garuda On The Track...

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Rabu, 3 April 2024 07:05 WIB

 Sebelumnya 
Yang dikontribusikan salah satunya dari penerapan pembalikan penurunan nilai aset non-keuangan (reversal impairment asset) dengan nilai sebesar 198 juta dolar AS (Rp 3,1 triliun).

Ia menegaskan, penerapan perlakuan akuntasi tersebut telah dilaksanakan secara penuh kehati-hatian dan prudent dengan melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), serta melalui prosedur audit dari kantor akuntan publik yang ditunjuk perusahaan.

Selain penerapan pembalikan penurunan nilai aset non-keuangan, kata dia, dalam hal pembukuan laba buku juga turut mencatat keuntungan atas penarikan kembali obligasi senilai 63.88 juta dolar AS (Rp 1 triliun), yang dilaksanakan pada Desember 2023 melalui pembelian kembali sebagian Obligasi Baru 2022.

Baca juga : Menhub Kerja Ekstra, Pastikan Mudik Lancar

Dengan selisih nilai tercatat dan jumlah yang dibayarkan dibukukan sebagai keuntungan pembelian kembali obligasi.

Aksi korporasi pembelian kembali sebagian obligasi tersebut, menjadi salah satu proses pemenuhan kewajiban restrukturisasi.

“Dalam hal ini para pemegang surat utang dan sukuk mayoritas merupakan para kreditur Garuda yang mengikuti tahapan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU),” jelasnya.

Baca juga : Manchester City Vs Aston Villa, The Citizens Siap Tampil Beringas

Ia menekankan, langkah restrukturisasi utang Garuda Indonesia yang dimulai sejak akhir 2021 mampu membawa perusahaan bangkit, setelah menerima persetujuan dari kreditur, yang tertuang dalam perjanjian homologasi pada 2022 atas penurunan nilai utang hingga 50 persen, yakni dari nilai utang yang sebelumnya 10,9 miliar dolar AS (Rp 173,5 triliun) menjadi 4,79 miliar dolar AS (Rp 76,2 triliun).

Ia memastikan, perseroan terus meningkatkan alat produksi secara bertahap dengan menambah 8 pesawat hingga akhir 2024. Yakni, terdiri atas 4 narrow body jenis Boeing 737-800NG dan 4 wide-body jenis Boeing 777-300ER (2) dan Airbus 330-300 (2).

Hal ini, untuk memaksimalkan tingkat keterisian penumpang, serta mendukung perluasan jaringan penerbangan baik domestik maupun internasional.

Baca juga : Juventus Kalah Terus Di Liga Italia, Allegri Terancam Dipecat

Ia meyakini, dengan adanya proyeksi penambahan pesawat tersebut, maka perseroan diperkirakan dapat hingga 80 pesawat pada akhir tahun 2024. IMA

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Rabu, 3 April 2024 dengan judul "Raup Pendapatan Usaha Konsolidasi Rp 46,7 T Top, Pemulihan Kinerja Garuda On The Track..."

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense